Konten dari Pengguna

Palasari, Satu-satunya Banjar Katolik di Bali

Pulau Bali dikenal luas hingga penjuru dunia sebagai pusat kebudayaan dan spiritualitas Hindu yang sangat kental. Segala tata kehidupan masyarakatnya, mulai dari struktur adat, arsitektur bangunan, hingga ritual harian berakar kuat pada tradisi Hindu Bali. Namun, di tengah hamparan lanskap yang seragam tersebut, Palasari hadir sebagai sebuah pengecualian yang kontras dan unik. Terletak di area Bali Barat, permukiman ini menjadi satu-satunya banjar adat yang seluruh penduduknya menganut agama Katolik. Banjar Palasari termasuk dalam wilayah Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.

Gambar 1. Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Palasari,(Sumber : Bagust, 2024)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Palasari,(Sumber : Bagust, 2024)

Terdapat sebuah gereja utama di Banjar Palasari yaitu Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus yang menjadi salah satu warisan sejarah penting dalam perkembangan agama Katolik di Pulau Bali. Sejarah Gereja Palasari berawal pada tahun 1940an, dimana Pater Simon Buis, SVD bersama puluhan kepala keluarga yang berasal dari Tuka dan Gumbrih, membuka sebuah hutan Pala di suatu lokasi dekat bukit, yang diberi nama Palasari (sekarang disebut Palasari Lama). Palasari lama pindah tempat ke sebelah utara sungai Sanghyang. Tempat inilah yang sekarang dikenal sebagai Palasari.

Gereja Palasari diresmikan oleh Pastor Simon Buis pada 15 September 1940. Pastor inilah yang mengenalkan agama Katolik pertama kalinya di daerah Bali barat (Palasari). Gereja Palasari merupakan salah satu gereja inkulturasi yang ada di Bali yang terbagi menjadi 3 halaman atau Tri Mandala. Halaman pertama (Nista Mandala) yaitu area paling luar dari kompleks gereja yang berfungsi sebagai tempat peralihan dari lingkungan luar menuju ke area suci, biasanya berupa halaman depan tempat umat berkumpul atau area parkir/transisi. Halaman kedua Gereja (Madya Mandala) terdapat patung 12 Rasul Yesus yang berjejer rapi menyambut umat sebelum memasuki bangunan utama gereja. Halaman ketiga Gereja (Utama Mandala) merupakan halaman yang tertinggi yang dipisahkan oleh sebuah Gapura/Candi Bentar dan merupakan halaman yang paling suci yang menjadi pusat ibadah. Pada area inilah terdapat bangunan Gereja & Pastoran sebagai tempat tinggal Pastor/Imam Gereja.

Gambar 2. Candi Bentar di Gereja Palasari, (Sumber : Bagust, 2024)

Selain Gereja, Banjar Palasari memiliki sebuah Gua Maria yang manjadi salah satu tujuan ziarah umat Katolik di Indonesia. Gua Maria tersebut bernama "Palinggih Ida Kaniaka Maria" atau Tempat Suci Santa Perawan Maria yang sering disebut dengan istilah "Lourdes" oleh warga setempat. Gua Maria Palasari dibangun pertama kali pada tahun 1962 yang lokasinya pada saat itu bersebelahan dengan Kapel Susteran OSF Palasari. Karena beberapa pertimbangan pada tanggal 13 Desember 1983 dipindahkan ke lokasi Monumen Pastor Simon Buis di sebelah timur Gereja Palasari.

Goa Maria ini sempat dipugar pada tahun 2006 di area pelataran Goa Maria dan jalan salib pendek. Setelah dipugar, pada tanggal 15 September 2008 diresmikan lagi oleh Monsinyur Leopoldo Girelli yang saat itu sebagai Duta Besar Vatikan untuk Indonesia. Selain jalan salib pendek, terdapat area jalan salib panjang yang dibangun dan diresmikan pada tanggal 15 September 2009. Selanjutnya, ada Kori Agung Palinggih yang diresmikan pada tanggal 15 September 2012. Keduanya diresmikan oleh Mgr Dr Silvester San yang menjabat sebagai Uskup Denpasar hingga sekarang.

Gambar 3. Gua Maria Palinggih Ida Kaniaka Maria Palasari, (Sumber : Bagust, 2024)

Goa Maria Palasari menawarkan suasana tenang dan sejuk yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Banyak tanaman dan pepohonan yang tumbuh serta dirawat dengan baik di sekitarnya. Di Gua Maria Palasari terdapat ibadah khusus yang biasanya dilaksanakan setiap bulan purnama yaitu "Misa Purnama" yang dimulai dari pukul 18.00 WITA. Di area Gua Maria Palasari juga terdapat air suci yang bisa digunakan untuk dikonsumsi langsung maupun dibawa pulang ke rumah masing-masing.