Konten dari Pengguna

Tersingkirnya Penggunaan Kata Baku Dalam Bahasa Indonesia Akibat Bahasa Gaul

BAGUS RAHMA YUDA

BAGUS RAHMA YUDA

Mahasiswa di Universitas Pamulang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari BAGUS RAHMA YUDA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber dari https://canva.me/z95hnXjlglbaleri
zoom-in-whitePerbesar
Sumber dari https://canva.me/z95hnXjlglbaleri

Mungkin kalian sudah pada tahu, apa itu kata baku dan kata tidak baku itu? Bagi yang belum mengetahuinya, saya akan menjelaskan sedikit kata baku yaitu kata yang pemakaiannya disesuaikan pada pedoman atau kaidah bahasa yang sudah ditentukan. Sedangkan kata tidak baku merupakan kata yang tidak sesuai dengan aturan atau ejaan kaidah bahasa Indonesia. Kata tidak baku tidak akan bisa ditemukan dalam Kamus Bahasa Indonesia.

Kata baku dan tidak baku harus dipahami oleh mahasiswa. Sebab ini berkaitan dengan tulisan yang ada di skripsi Anda. Kata baku ini dapat dibedakan tulisan formal dan semi formal. Untuk itu sebagai mahasiswa Anda harus dapat membedakan antara kedua kata ini.

Selanjutnya, bagaimana penggunaan kedua kata tersebut dalam kehidupan sehari-hari? Penggunaan kata ini dibedakan berdasarkan jenis surat atau laporan yang dibuat selain itu perbedaan nya juga dapat dilihat pada saat berkomunikasi kepada atasan atau berada dalam sebuah forum resmi yang menggunakan kata baku agar terlihat lebih sopan. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari agar lebih mudah berkomunikasi yaitu menggunakan kata tidak baku.

Terkait dengan fungsi, kata baku digunakan dalam berbagai kepentingan resmi diantaranya seperti pembuatan karya tulis ilmiah, surat resmi, surat lamaran. Kata baku biasanya dipakai pada lingkungan formal seperti sekolah, tempat kerja, instansi pemerintahan. Sedangkan penggunaan kata tidak baku lebih ke dalam bahasa percakapan santai sehari-hari. Fungsi kata tidak baku membuat suasana dalam pembicaraan lebih santai. Berbeda dengan kata tidak baku yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti berbicara dengan teman, pesan disosial media, dan lain-lain. Namun masih terdapat kesalahan saat menggunakan kedua jenis kata ini. Kesalahan tersebut bukan hanya dalam hal berkomunikasi saja melainkan menuliskan sebuah kalimat pada surat atau laporan.

Jika terdapat kesalahan saat menggunakannya pada waktu berbicara mungkin tidak terlalu terlihat, namun berbeda halnya pada waktu menuliskan sebuah surat resmi atau laporan. Hal tersebut dapat mengakibatkan hal yang buruk seperti merusak citra seseorang dan terlihat sangat tidak sopan.

Mahasiswa berpikir bahwa apa yang menurutnya kata baku adalah apa yang sesuai dengan yang mereka ucapkan atau yang mereka ketahui dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia yang baku serta baik dan benar sudah mulai hilang. Hilangnya penggunaan kata baku dalam bahasa Indonesia ini disebabkan oleh masuknya bahasa-bahasa asing yang dicampuradukkan dengan bahasa Indonesia atau sekarang ini lebih dikenal dengan bahasa gaul.

Seiring dengan perkembangan zaman khususnya di Negara Indonesia makin terlihat jelas pengaruh yang diberikan oleh bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia dalam penggunaan tata bahasanya. Penggunaan bahasa gaul yang makin marak digunakan oleh masyarakat luas menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa pada saat sekarang dan masa yang akan datang. Keberadaan bahasa gaul yang masuk dalam tatanan bahasa Indonesia ini tanpa disadari akan menggeser posisi Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Masyarakat sudah banyak yang memakai bahasa gaul dan parahnya lagi generasi muda Indonesia juga tidak terlepas dari pemakaian bahasa gaul ini. Bahkan generasi muda inilah yang banyak memakai bahasa gaul daripada pemakaian bahasa Indonesia. Generasi muda saat ini menganggap bahwa memakai bahasa gaul lebih terlihat keren dan sesuai dengan usia mereka dibandingkan memakai bahasa yang baik dan benar yang dirasa terlalu formal dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menghindari pemakaian bahasa gaul yang sangat luas di masyarakat, seharusnya kita menanamkan kecintaan dalam diri generasi bangsa terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional (Rahayu, Arum Putri, 2015:5). Mahasiswa sebagai generasi muda yang nantinya akan membawa perubahan bangsa Indonesia harusnya selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baku, baik, dan benar. kata-kata yang sering kita dengar dan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun kenyataannya masih banyak mahasiswa yang tidak memahami penulisan yang baku termasuk saya. Padahal mahasiswa orang yang sudah berpendidikan dan dianggap pengetahuannya melebihi siswa SMP, SMA, maupun masyarakat pada umumnya.

Saya simpulkan bahwa, kata baku merupakan kata-kata yang sesuai atau terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata baku ini memiliki berbagai fungsi seperti pemersatu, pemberi keikhlasan, pembawa kewibawaan, serta sebagai kerangka acuan. Kata baku dalam bahasa Indonesia membuat bahasa Indonesia meluas kedudukannya karena kata baku tidak mengubah struktur bahasa Indonesia sehingga mudah dijadikan alat komunikasi antar masyarakat atau antar suku di Indonesia. Akan tetapi, Mahasiswa yang sering menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi malah kurang pengetahuan tentang kata baku sebagai dasar bahasa Indonesia yang baik dan benar.