Konten dari Pengguna

Inovasi Produk Kerajinan Tangan Di Era Modern Di Desa Sumberrejo Ambulu Jember

MOh Bahrul Ulum

MOh Bahrul Ulum

Mahasiswa Universitas Jember

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari MOh Bahrul Ulum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Kerajinan Kulit Kerang
zoom-in-whitePerbesar
Foto Kerajinan Kulit Kerang

Desa Sumberrejo merupakan desa yang berada di Kecamatan Ambulu, dengan jarak kurang lebih 31 kilometer dari kota Kabupaten Jember. Desa Sumberrejo memiliki 6 dusun diantaranya Dusun Krajan Lor, Dusun Krajan Kidul, Dusun Sido Mulyo, Dusun Mbrego, Dusun Curah Rejo Dan Dusun Watu Ulo. Jumlah penduduk Desa Sumberrejo pada tahun 2015 sebanyak 24.681 dengan 12.345 penduduk laki-laki dan 12.336 penduduk perempuan. Desa Sumberrejo ini merupakan desa pesisir namun sebagian besar penduduk mata pencahariannya pada sektor pertanian. Mata pencaharian lain penduduk Desa Sumberrejo adalah sektor perikanan, perdagangan, buruh tani, pegawai negeri, pegawai swasta, wiraswasta, jasa transportasi dan tukang. Destinasi wisata yang paling terkenal di Desa Sumberrejo adalah wisata pantai Watu Ulo, yang mulai dikelola pada tahun 1973 sampai sekarang. Sebelum tahun 2003, kondisi sosial ekonomi masyarakat masih sangat sederhana. Masyarakat desa hanya mengandalkan pendapatan dari sektor pertanian dan sebagian dari sektor perikanan. Pekerjaan tersebut menggunakan peralatan yang tradisional dan sederhana. Namun seiring berjalannya waktu tidak sedikit masyarakat Desa Sumberrejo yang berprofesi sebagai wirausaha, salah satunya usaha kerajinan milik Pak Ismail yang berada di dusun krajan kidul. Usaha kerajinan tersebut ada yang terbuat dari kayu, tanah liat dan ada juga yang terbuat dari kerang. Kerajinan yang terbuat dari kayu dan tanah liat ini biasanya dijadikan entong, uleg-uleg, kendi, sutil, cowek dan perlatan dapur lainnya. Sedangkan kerajinan yang terbuat dari kerang dapat dimanfaatkan sebagai seni dekoratif karena kulit kerang memiliki bentuk, tekstur yang unik dan warna yang indah sehingga bisa dijadikan berbagai bentuk aksesoris seperti kalung, anting, gantungan kunci, dan berbagai bentuk aksesoris lainnya. usaha kerajinan kulit kerang menjadi salah satu potensi usaha yang harus dikembangkan karena hal ini bisa dijadikan peluang bisnis serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, dan bukan tidak mungkin bisa dijadikan salah satu ikon dari Desa Sumberrejo.

Usaha kerajinan kulit kerang Pak Ismail merupakan jenis usaha yang unik, bahkan jarang sekali di Desa Sumberrejo yang berfrofesi sebagai pengrajin kulit kerang, tentunya hal ini bisa menjadi peluang bisnis yang besar. Beliau sudah menekuni usaha tersebut sejak tahun 90 an hingga sekarang, pesanan yang diperoleh Pak Ismail biasanya dari luarkota seperti Bali, Surabaya, papua dan lain lain. Pemasaran yang dilakukan Pak Ismail ini hanya dari mulut ke mulut saja tanpa menggunakan media sosial, tentunya hal ini sangat disayangkan, mengingat berkembangnya dunia bisnis di era modern seperti sekarang ini. hal tersebut yang menjadi penyebab kerajinan kulit kerang Pak Ismail kurang begitu dikenal dikalangan masyarakat Jember. Terlebih lagi dengan kondisi Covid-19 sekarang ini yang menyebabkan penjualan menurun. Selain itu beliau kurang memahami trend di masa sekarang yang menyebabkan kurangnya daya tarik masyarakat mengenai kerajinan kulit kerang

Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) diharapkan mampu memberdayakan masyarakat, terutama pada mitra yang menjadi sasaran kegiatan KKN. Program kerja yang dibuat sesuai dengan permasalahan yang dialami oleh Pak Ismail selaku pemilik usaha kerajinan kuliat kerang. Program inovasi produk merupakan sesuatu yang akan kami lakukan karena dengan begitu produk kerajinan kulit kerang bisa mengikuti trend di era modern. Selain itu kami juga akan menerapkan pemasaran digital marketing karena beliau belum pernah menerapkan pemasaran secara online. Kedua hal tersebut dilakukan agar produk kerajinan kulit kerang Pak Ismail lebih dikenal dan diminati oleh kalangan masyarakat.