Konten dari Pengguna

Kenyataannya, perempuan di Bali ruang geraknya masih terbatas. Apa kata Gek Rani???

Bali News

Bali News

Update informasi terkini tentang Bali

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bali News tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenyataannya, perempuan di Bali ruang geraknya masih terbatas. Apa kata Gek Rani???
zoom-in-whitePerbesar

Pande Istri Maharani atau yang lebih akrab di sapa Gek Rani merupakan sosok wanita tangguh yang dimiliki Bali. Gek Rani merupakan tokoh yang konsern terhadap program Usaha Kecil Menengah (UKM) dan juga Micro Finnance. Sejalan dengan latar belakang pendidikannya yakni Ekonomi Manajemen, Gek Rani mengabdikan keilmuannya untuk mengembangkan UKM dan Micro Finnance di daerah asalnya yakni Gianyar Bali.

Karena Gek Rani merupakan seorang perempuan Bali, tentu akan ada adat dan tradisi yang mengeringi setiap langkahnya untuk terjun pada dunia yang digelutinya saat ini. Menyikapi hal tersebut, Gek Rani yang ditemui di sela-sela kegiatannya mengungkapkan bahwa para perempuan di Bali saat ini harus diakui memili keterbatasan untuk melangkah maju sehingga perlu ada pergerakan positif untuk mendukung itu.

"Ternyata jadi perempuan itu banyak sekali ruang gerak yang terbatas. Dia tidak berani mengeluarkan pendapat. Dia tidak berani ikut dalam satu paruman, sebenarnya dia bisa tapi tidak mau" pungkasnya. Gek Rani mengatakan demikian berdasarkan apa yang Ia alami. Sehingga baginya, di masa ini kodrat sebagai perempuan sudah bukan menjadi alasan untuk berdiam diri. Baginya tidak perlu melawan keadaan dengan cara yang keras, tetapi berdiri dengan berdikari untuk bisa setara dengan yang lainnya.

Untuk turut mendukung hal tersebut, Gek Rani yang saat ini juga merupakan Calon Bupati Gianyar pada Pilkada Gianyar 2018 memiliki cita-cita untuk memajukan kaum perempuan khususnya di Gianyar agar mau bergerak dan mandiri. "mbok gek (Gek Rani; Read) ingin memperjuangkan bagaimana kaum perempuan itu bisa duduk di badan perwakilan desa. Tapi tidak terbatas hanya mengurusi sekaha srati, banten ini banten itu, ndak itu saja. perempuan harus ikut menyumbangkan pemikiran, ikut menyumbangkan potensi yang ada dalam dirinya" pungkasnya kembali. Baginya, setiap potensi yang dimiliki oleh seorang perempuan Bali haruslah di dukung, dengan catatan pengembangan potensi perempuan tersebut tidak mengurangi perannya sebagai ibu dan istri yang utama.