Kumparan Logo
Konten Media Partner

1 Anggota TNI AD Tewas dan 3 Luka Berat dalam Insiden Baku Tembak di Maybrat

BalleoNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
eye-off
Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?
Korban penembakan kelompok separatis di Maybrat saat mendapat penanganan medis di Puskesmas Aifat Kampung Kmurkek, foto: Istimewa
Korban penembakan kelompok separatis di Maybrat saat mendapat penanganan medis di Puskesmas Aifat Kampung Kmurkek, foto: Istimewa

Satu anggota TNI Angkatan Darat dikabarkan meninggal dunia dalam insiden baku tembak yang terjadi antara personel Yon Zipur 20/PPA dengan kelompok separatis bersenjata, yang berlangsung di pertengahan Jalan antara Kampung Faan Kahria dan Kampung Kama, Distrik Aifat Timur Tengah Kabupaten Maybrat, Papua Barat, sekitar pukul 07.00 WIT, Kamis (20/1/2022).

Baku tembak yang terjadi di Maybrat ini tidak hanya menewaskan satu anggota TNI AD, tetapi juga mengakibatkan tiga anggota lainnya mengalami luka berat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BalleoNEWS, kejadian berawal pada saat anggota Yonzipur 20/PPA yang akan melaksanakan perbaikan jembatan serpas dari Kampung Faan Kahrio menuju ke lokasi jembatan, tiba-tiba mendapatkan tembakan dari kelompok separatis.

Anggota TNI AD yang jadi korban baku tembak, di Maybrat, Papua Barat, Kamis (20/1), foto: Istimewa

Berikut identitas anggota TNI AD yang menjadi korban dalam insiden baku tembak, yakni Serda Miskel Rumbiak meninggal dunia akibat perut bagian kanan terkena tembakan. Selanjutnya, Serda Darusman menderita luka tembak di bagian lengan kiri, lalu Prada Aziz mengalami luka tembak bagian tangan kanan, dan Prada Abraham menderita luka tembak dibagian paha kanan, pundak kanan, dan lengan bagian kiri.

Korban untuk sementara masih dalam penanganan medis di Puskesmas Aifat Kampung Kmurkek, Distrik Aifat. Rencananya, korban kritis atas nama Prada Aziz dan Prada Abraham akan di evakuasi menggunakan helikopter menuju RSAL Kota Sorong.

Sementara itu, Kapendam XVIII/Kasuari Kolonel, Arm Hendra Pesireron yang dikonfirmasi membenarkan adanya insiden baku tembak yang terjadi di Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

"Benar ada," singkat Kapendam Kasuari.

Korban penembakan kelompok separatis di Maybrat saat mendapat penanganan medis di Puskesmas Aifat Kampung Kmurkek, foto: Istimewa