17 Korban Tewas Terbakar di Diskotek di Sorong Awalnya Ingin Bersembunyi
ยทwaktu baca 2 menit

Pada Selasa (25/1), sekelompok orang membakar diskotek Double O di Kota Sorong, Papua Barat. Akibatnya, 17 orang tewas karena terjebak di lantai 2. Mereka sesungguhnya ingin bersembunyi dari amukan massa. Ini diketahui karena ada 1 orang yang selamat dari peristiwa tersebut.
"Dalam peristiwa kebakaran di Double O, ada satu orang anak band yang berhasil selamat dari kobaran api," kata Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi kepada BalleoNEWS, Rabu (26/1).
"Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari salah satu anak band yang berhasil selamat, menceritakan: ketika terjadi pertikaian antara dua kelompok masyarakat di luar gedung Double O, ke-17 temannya itu langsung lari ke lantai dua gedung untuk bersembunyi, karena khawatir dan takut," kata Adam.
Saat bersembunyi, mereka tidak tahu bahwa gedung dibakar dari lantai 1. "Sehingga saat api berkobar sangat besar, mereka 17 korban tewas ini sudah tidak bisa lagi turun untuk menyelamatkan diri. Itu info awal dari salah satu pemain band yang bisa selamat, makanya dia tahu ada teman-temannya di lantai dua," ujar Adam.
Daftar korban:
1. Mimi (perempuan), Dancer
2. Afifa (perempan) Bandung, Dancer
3. Rista (perempuan), Kalimantan, Dancer
4. Ami (perempuan), Medan, Vokalis
5. Meilan (perempuan), Dayak, Vokalis
6. Kris (laki-laki), Surabaya, Vokalis
7. Dezra (laki-laki), Surabaya, Gitaris
8. Yanra (laki-laki), Surabaya, Bass
9. Soni (laki-laki), Surabaya, Drummer
10. Kleo Indah (perempuan), Padang, DJ
11. Klara (perempuan), Bandung, LC
12. Fikram (laki laki), Sorong, Bartender
13. Ica (perempuan), Sorong, Waitress
14. Nanin (perempuan), Bandung, Dancer
15. Edith Tri Putra (laki-laki), Pengunjung: pekerjaannya supplier
16. Ferman Syahputra (laki-laki), Pengunjung: pekerjaannya supplier
17. Ridwan Dodoh (laki-laki), Pengunjung: pekerjaannya supplier
