20 Orang Asli Papua Tempati Stand Jualan di Pujasera Wisata Kuliner Kaimana
·waktu baca 2 menit

Koordinator Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pusat Jajanan Serba Ada atau Pujasera Wisata Kuliner Kaimana, Ali Rumalutur menegaskan sebanyak 20 Orang Asli Papua (OAP) menempati stand jualan di kawasan tersebut, dari total 61 penjual.
Rumalutur menegaskan dari 61 stand jualan hanya ditempati oleh pedagang sebanyak 59 stand. Sementara 2 stand lainnya dihuni oleh pengurus GOW, dan kantor operasional Perindagkop.
Dia juga menyebutkan sebanyak 39 pedagang yang direlokasi dari Pantai Bantemi, menempati stand jualan di lokasi yang baru saja diresmikan oleh Bupati Kaimana, Freddy Thie, Sabtu (24/9) lalu, sisanya diisi oleh pedagang binaan Perindagkop Kaimana.
“Yang kami dengar ada pertanyaan OAP berapa orang yang berjualan di sini? OAP yang berjualan di sini sebanyak 20 orang, dari jumlah tersebut 2 orang di antaranya mengundurkan diri,” jelas Rumalutur di Pujasera wisata Kuliner Kaimana, Rabu (28/9).
Dikatakan Rumalutur, dari jumlah tersebut meski terkesan ada penjual yang berasal dari suku Nusantara, namun pemilik stand merupakan orang asli Papua karena ikatan pernikahan.
“Sehingga jika ada yang menyebutkan hanya 8 OAP yang berjualan itu salah besar. Kami punya data dan sudah dilaporkan ke Dinas Perindagkop,” katanya.
Selaku koordinator, dirinya selalu mengingatkan kepada PKL suku Nusantara untuk memberikan kesempatan kepada pedagang Orang Asli Papua atau OAP, untuk berjualan di kawasan Pujasera tersebut.
“Kita semua datang ke sini untuk cari makan. Kita berikan kesempatan kepada saudara-saudara OAP untuk berjualan di sini, setiap rapat selalu saya tegaskan,” ujarnya.
