200 Pengungsi di Teluk Wondama, Papua Barat, Butuh Pasokan Makanan

Banjir setinggi 50 cm merendm dua distrik di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Akibat dari itu, 68 rumah direndam banjir dan 200 jiwa mengungsi.
Hal itu diungkapkan, Plt BPBD Teluk Wondama, Asser Woroy, ketika dikonfirmasi wartawan. Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya membutuhkan bahan makanan untuk warga yang sedang mengungsi.
"Hingga saat ini kami belum membuka atau membangun tenda darurat untuk para pengsungsi. Namun yang paling utama dibutuhkan sekarang adalah pasokan makanan untuk diberikan kepada para pengungsi," bebernya.
Ia melanjutkan, sebagaian warga yang rumah ikut tergenang juga sedang bersama TNI/Polri dan SAR sedang melakukan pembersihan rumah warga yang terdampak.
"Mudah-mudahan tidak ada hujan malam ini. Kalau akses jalan sudah bisa dilalui, karena saya langsung pimpin pembersihan jalan dibantu TNI/Polri, Basarnas dan warga. Kampung yang terdampak banjir mulai berakvitas kembali pasca banjir tadi malam,"tuturnya.
Ia menuturkan, banjir sering terjadi di Kabupaten Teluk Wondama, namun tidak ada penanganan yang dilakukan secara serius, karena masih mengalami kekurangan anggaran.
"Kami berharap pemerintah pusat bisa membantu dengan DAK untuk antisipasi bencana banjir yang terjadi di Wondama. Saya selaku plt BPBD pemerintah pusat berikan DAK kebencanaan. Dengan dana itu bisa membuat mitigasasi bencana dengan baik,"ungkapnya.
Untuk antisipasi itu pihaknya hanya melakukan penanganan darurat. Itu pun tidak maksimal. Padahal kejadian banjir terulang terjadi di Wondama. Hal ini menjadi skala prioritas dan perhatian serius pemerintah pusat hingga provinsi.
"Kita minta agar menjadi perhatian serius pemerintah pusat hingga provinsi. Kami tidak ingin ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Untuk antisipasi itu pemerintah alokasikan DAK untuk penanganan banjir di Teluk wondama,"pungkasnya.(**)
