News
·
30 Juli 2021 9:25
·
waktu baca 2 menit

40 Nakes RSUD Manokwari Positif COVID-19, 8 di Antaranya Dokter

Konten ini diproduksi oleh Balleo News
40 Nakes RSUD Manokwari Positif COVID-19, 8 di Antaranya Dokter (144271)
searchPerbesar
RSUD Manokwari
Sebanyak 40 tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari terpapar COVID-19. Kebanyakan mereka terpapar dari orang tanpa gejala (OTG).
ADVERTISEMENT
“40 orang Nakes terpapar COVID-19 saat ini menjalani isolasi mandiri,” kata Direktur RSUD Manokwari, dr Alwan Rimossan kepada media ini di Manokwari, Jumad(30/7).
Dia menjelaskan, seluruh staf dan manajemen melakukan pemeriksaan PCR mulai dari dokter, spesialis umum, perawat dan semua petugas yang ada RSUD ini. Pemeriksaan ini secara bertahap karena total semuanya 400 orang.
Hasil pemeriksaan masing- masing ruangan terdapat 40 orang positif baik manajemen maupun pelayanan. Termaksud juga dokter yang kini menjalai perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut. Dokter umum 4 orang, dokter hintersip 4 orang, perawat di UGD 4 orang.
40 Nakes RSUD Manokwari Positif COVID-19, 8 di Antaranya Dokter (144272)
searchPerbesar
Direktur RSUD Manokwari, dr Alwan Rimossan
“Mereka terpapar kita sarankan isolasi mandiri di rumah karena tanpa gejala. Ada 1 orang gejala ringan di rawat kondisi kini sudah membaik. Tak hanya beberapa pegawai dibagian admin dan sekretaris terpapar Corona termaksud bagian dapur ada 6 orang positif,”jelasnya
ADVERTISEMENT
Menurutnya, 40 orang Nakes terpapar COVID-19 berimbas pada pelayana rumah sakit, dan pelayanan tidak berjalan optimal.
“Tetap pelayanan berjalan. Kalau pelayanan tutup terus siapa yang melayani masyarakat kalau bukan kita,”ungkapnya.
Antisipasi yang dilakukan diantaranya meminta bantuan ke perawatan aktif untuk membantu rumah sakit. Namun belum ada jawaban dari mereka.
“Kita juga minta bantuan ke Dinas Kesehatan, dan ada beberapa dokter dan perawat membantu kita, baik di ruang isolasi maupun UDG,”kata dia.
Sementara itu, oksigen di RSUD Manokwari masih mengalami kekurangan, karena punya produksi hanya satu pasien maka minta bantuan suplay pabrik penyalur oksigen.
“Tabung oksigen dibutuhkan 50 tabung. Namun produksi 10 hingga 15 tabung perhari. Maka kita tambahkan mesin produksi ini lagi upayakan,” tandasnya. (**)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020