Anggota TNI di Papua Barat Jual Ratusan Amunisi ke KKSB Setahun Ini

Konten Media Partner
5 Agustus 2019 18:51 WIB
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pihak TNI menjebloskan pelaku dalam sel. Foto: Jeje/Balleo News
zoom-in-whitePerbesar
Pihak TNI menjebloskan pelaku dalam sel. Foto: Jeje/Balleo News
ADVERTISEMENT
Tim Intel Kodim 1802 Sorong menangkap satu Anggota TNI desertir yang diduga menjual ratusan butir amunisi ke Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). Anggota TNI itu berinisial DAT berpangkat Pratu, yang sehari-hari bertugas di Unit Intel Kodim 1710, Mimika, itu ditangkap di Kawasan Melati Raya, di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer 09 Kota Sorong, Papua Barat.
ADVERTISEMENT
Setibanya di Kota Sorong, Tim Kodim 1710 Mimika langsung menuju Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kodam XVIII Kasuari, di Jalan Pepera No. 16 Kota Sorong, untuk berkoordinasi membawa Pratu DAT ke Jayapura.
Pratu DAT ditahan di sebuah sel yang dijaga ketat belasan Anggota Denpom. Awak media belum diperbolehkan mengambil gambar Pratu DAT.
Anggota TNI di area penahanan Pratu DAT. Foto: Jeje/Balleo News
Dari informasi yang didapat dari sejumlah pihak, diketahui Pratu DAT sehari-hari bertugas sebagai taruna juru tulis di Unit Intel Kodim 1710 Mimika. Ia diduga terlibat dalam penjualan amunisi kepada KKSB sejak setahun terakhir.
Dandim 1802 Sorong, Letkol Infantri Andar Panggabean, mengatakan penangkapan dilakukan berdasarkan adanya laporan terkait seorang anggota TNI desersi yang sedang berada di Kota Sorong untuk mengunjungi keluarganya.
ADVERTISEMENT
Tim intel Kodim 1804 kemudian melakukan tracking, dan menemukan Pratu DAT sedang berada di rumah temannya di kawasan Melati Raya. Saat ditangkap, Pratu DAT sedang melayat kerabatnya yang meninggal dunia.
"Hari Sabtu malam kita mendapat informasi, kemudian kita cek yang bersangkutan di beberapa titik. Sempat ada pergeseran-pergeseran namun melalui teknik-teknik tertentu, kita mendapatkan yang bersangkutan pada hari Minggu di tempat rekannya. Perihal indikasi mohon maaf saya tidak bisa memberikan komentar tentang itu," jelasnya, Senin (5/8).
Pratu DAT pun diinterogasi di Markas Kodim 1802 Sorong. Dari hasil interogasi diketahui terduga telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Kodam XVII Cendrawasih karena diduga terkait penjualan amunisi kepada pihak KKSB. Pratu DAT lalu kabur dari Kota Timika menggunakan kapal perintis menuju Kabupaten Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, pada Rabu (24/7).
Dandim 1802 Sorong, Letkol Infantri Andar Panggabean. Foto: Jeje/Balleo News
Pratu DAT menumpang KM. Tidar, ia berangkat menuju Kota Sorong dan tiba pada Kamis (1/8).
ADVERTISEMENT
Usai diperiksa di Kodim 1804 Sorong, Pratu DAT langsung dibawa markas Denpom XVIII-1 Sorong, di Jalan Pepera, No. 16 Kota Sorong, untuk ditahan sambil menunggu dibawa ke Pomdam XVII Cenderawasih.
Pewarta: Jeje
Editor: Paul