Bangunan Gereja GKI Abenhaizer Yukase di Maybrat Berbeda dengan Gereja Lain
·waktu baca 2 menit

Bupati Maybrat, Bernard Sagrim menujukan kepeduliannya dalam pembangunan rumah ibadah. Salah satunya pembangunan GKI Ebenhaizer Yukase, di Distrik Ayamaru Utara. Gereja ini merupakan salah satu gereja termegah di Kabupaten Maybrat, Papua Barat.
Gereja tersebut sudah dibangun sejak tahun 2017 lalu. Namun kendala yang dihadapi warga jemaat sehingga pembangunan baru dilakukan pada tahun 2018. Diketahui hingga saat ini proses pembangunan masih terus dilaksanakan secara bertahap.
Sekretaris panitia pembangunan gedung gereja GKI Abenhaizer, Nikodemus Yumame mengatakan, pembangunan ini mendapat perhatian Pemda setempat dan partisipasi warga jemaat untuk berkomitmen menyelesaikan pembangunan tersebut. Dirinya menambahkan pembangunan gedung gereja ini merupakan campur tangan Tuhan sehingga dapat terlaksana.
"Semua ini atas campur tangan Tuhan sehingga banyak donatur bisa membantu pembangunan gereja ini. Walaupun saat ini pembangunan belum diselesaikan karena dihambat oleh COVID-19," tutur Niko Yumame, Kamis (16/6).
Gedung gereja termegah di Kabupaten Maybrat ini sebagai kebutuhan warga jemaat untuk memiliki tempat ibadah yang layak guna memuliakan nama Tuhan.
"Desain pembangunan gereja ini atapnya bentuk kerucut dan berbeda dari gereja yang ada di Maybrat. Ini bukan untuk bersaing dengan gereja yang ada di Maybrat tetapi mengikuti kebiasaan bangunan rumah orang Ayamaru yang di sebut bubu," terangnya.
Gereja GKI Abenhaizer Yukase memiliki anggota sekitar 200 warga Jemaat dengan memiliki antusiasme tinggi untuk berpartisipasi menyelesaikan pembangunan gereja tersebut.
