Hiu Belimbing di Raja Ampat Disebut sebagai Populasi Karismatik Kunci
·waktu baca 3 menit

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat bersama beberapa pihak berupaya memulihkan populasi Hiu Belimbing (Stegostoma tigrinum), di perairan Kepulauan Raja Ampat.
Sayangnya hiu belimbing seringkali ditangkap dan diperdagangkan di Indonesia sehingga keberadaan hiu belimbing di perairan Raja Ampat terancam punah dalam daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature).
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Prof Dr Charlie Heatubun, menjelaskan, sebelumnya kabupaten Raja Ampat memiliki populasi hiu belimbing yang penyebarannya luas di perairan Raja Ampat.
Hanya saja, saat ini spesies hiu belimbing jarang ditemui di wilayah Raja Ampat, oleh sebab itu pemerintah Papua Barat melakukan pemulihan populasi hiu belimbing menggunakan sistem translokasi telur hiu belimbing dari aquarium dan kemudian ditetaskan dan dikembangbiakkan di Raja Ampat.
"Kenapa hal ini kita lakukan. Berdasarkan hasil riset dulunya hiu belimbing tersebut mempunyai penyebaran yang cukup luas di wilayah perairan Raja Ampat. Namun beberapa tahun terakhir lewat monitoring dan evaluasi, spesies tersebut sudah jarang dijumpai di Raja Ampat," ujar Prof Charlie.
Ketua Dewan Pengurus Yayasan Konservasi Indonesia, Meizani Ermadiani, menyebutkan populasi hiu belimbing di tahun 2003 disebutkan rentan semakin berkurang di wilayah Raja Ampat.
"Namun setelah tahun 2016 dilakukan penelitian, populasinya berkurang hingga 50 persen selama tiga dekade ini. Jadi spesies hiu belimbing ini disebutkan sebagai Spesies Karismatik Kunci, di mana sebelumnya ditemukan banyak di perairan kabupaten Raja Ampat, sekarang populasinya tidak meningkat seperti biota-biota lainnya," jelas Meizani Ermadiani.
Disebutkan juga pihaknya terus mensosialisasikan rencana dan implementasi proyek StAR di Indonesia, serta pembelajaran dari hasil uji coba pengiriman pertama dan pemeliharaan telur hiu belimbing yang dikirimkan dari mitra AZA dan ke Papua Barat baik kepada para pihak yang terlibat di Tim Koordinasi Pelaksanaan Proyek Restocking Hiu Belimbing, serta mitra kunci terkait.
Yayasan Konservasi Indonesia ini adalah yayasan nasional yang bergerak di bidang perlindungan dan pelestarian ekosistem baik di darat maupun di lautan, yang lebih fokus ke sains tentang data di lapangan untuk memfasilitasi restoking hiu belimbing ke habitatnya.
Dr. Erin Mayer, Chair, StAR Project Steering Committee, mengatakan pihaknya telah melakukan pengiriman percobaan sebanyak dua kali, dari Australia dan Amerika Serikat dan semuanya bertahan hidup.
"Tiga telur hiu belimbing pertama sudah menetas di Raja Ampat resort and Concervation Center difasilitasi orang-orang yang ada di lokasi tersebut. Bayi hiu belimbing yang baru menetas diberikan makanan atau pakan lokal, makanan laut tentunya, dan tubuhnya tumbuh besar dengan cepat," ucap Erin Mayer yang ditranslite oleh Nikka Gunadharma, Raja Ampat Communication & Outreach Coordinator untuk Konservasi Indonesia.
Kata Erin Mayer, pihaknya berharap telur hiu belimbing yang dikirim ke Misool Eko resort sebentar lagi menetas dan bertumbuh dengan cepat seperti anak hiu belimbing di Raja Ampat resort Concervation Center di pulau Kri.
"Ini baru projek yang pertama di lokasi yang baru dan pertama juga. Kami sangat senang karena pemerintah provinsi Papua Barat proaktif bersama pemerintah kabupaten dan masyarakat Raja Ampat.
Reporter: Wim Makatita
