Jaga Keamanan Saat Rusuh Papua, 2 Desa di Jayawijaya Dapat Penghargaan

Konten Media Partner
2 November 2019 9:53
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasanan penyerahan penghargaan berupa sembako kepada kapung yang telah menjaga keamanan,foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasanan penyerahan penghargaan berupa sembako kepada kapung yang telah menjaga keamanan,foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, melalui Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, mengatakan, jajaran kepolisian Indonesia khususnya Polda Papua, sangat mengapresiasi warga masyarakat yang hingga saat ini menjadi promoter keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan tempat tinggalnya.
ADVERTISEMENT
Polda Papua memberikan reward kepada kampung yang memiliki pencapaian kerja sama dalam menjaga kamtibmas. Kampung yang mendapat reward adalah Kampung Sapalek dan Kampung Lantipo. Warga di kedua kampung ini dinilai dapat menjaga keamanan, terutama pada saat terjadinya rusuh massa pada 23 September 2019 lalu.
Ada pun reward yang diberikan berupa sembako di antaranya seperti beras, gula, minyak minyak goreng, dan mi instan.
Warga Jayawijaya bersama poliisi saat menyerahkan penghargaan berupa sembako,foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Warga Jayawijaya bersama poliisi saat menyerahkan penghargaan berupa sembako,foto: Istimewa
"Pada hari Jumat (1/11), kemarin kami Polri melalui satuan tugas Sat Binmas Polres Jayawijaya, melalui Iptu Suparyono selaku kasat Binmas dan anggota Bhabinkamtibmas telah menyerahkan reward kepada kampung yang, turut andil dan berperan aktif dalam menjaga keamanan bersama di lingkungan di Papua. Kampung tersebut ada di Kabupaten Jayawijaya," ungkap Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Sabtu (2/11).
ADVERTISEMENT
Kedua warga di kampung tersebut telah menjaga kampung dengan melarang dan mengancam masyarakatnya yang ingin ikut-ikutan melakukan demo anarkis. Selain itu, mereka juga memberikan perlindungan kepada suku pendatang dari demo anarkis yang berakhir dengan banyak korban jiwa dan harta benda.
Ini membuktikan, bahwa isu terkait masyarakat di Papua khususnya pada wilayah pegunungan yang kerap dikaitkan dengan anarkis atau separatis sepenuhnya tidaklah benar. Sebab, masih ada masyarakat yang begitu besar perannya menjaga keutuhan NKRI dan menjunjung tinggi nilai gotong royong, dan peduli terhadap sesama tanpa membedakan.
"Terkait hal ini, Kami meminta kepada para kepala kampung dan tokoh kampung yang ada untuk terus terjalinnya komunikasi aktif dengan menjaga kampung dan Jayawijaya dari pengaruh kelompok yang tidak suka dengan kedamaian," kata Kabid Humas.
Polisi dan masyrakat sedang membongkar sembako untuk diberikan kepada masyarakat,foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Polisi dan masyrakat sedang membongkar sembako untuk diberikan kepada masyarakat,foto: Istimewa
Kesempatan itu, masyarakat juga diajak untuk kembali bangkit dan jadikan peristiwa yang telah terjadi sebagai pengalaman yang paling pahit dan kedepan tidak terulang lagi, mari membangun kembali Jayawijaya bersama kearah yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
"Karena sudah membantu pihak kepolisian dalam menjaga kamtibmas, sebagai bentuk ucapan terima kasih, kami dari Polres Jayawijaya memberikan reward berupa sembako kepada kedua kampung tersebut sehingga kedepannya akan selalu tercipta Sitkamtibmas yang aman dan kondusif," tutupnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020