Kumparan Logo
Konten Media Partner

Jemaat GKI Elim Kwawi Rayakan HUT Ke-158 Dengan Kesederhanaan

BalleoNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Prosesi Mengatar Pelayan Firman Menuju Mimbar. Foto: Eldo/balleonews-kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Prosesi Mengatar Pelayan Firman Menuju Mimbar. Foto: Eldo/balleonews-kumparan

Ketika Seseorang memiliki Yesus dan mengenal Yesus secara pribadi sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya, orang itu adalah orang yang hidupnya sangat berbahagia. Demikian refleksi Firman Tuhan yang disampaikan oleh Ibu Pendeta (Pdt) Fransisca Marlisa, S.Fil dalam Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Jemaat Elim Kwawi, Manokwari, Minggu (24/2).

Dalam khotbahnya yang mengambil ayat pembacaan Firman Tuhan dari Matius 16:13-20 Ibu Pdt. Fransisca mengajak Jemaat GKI Elim Kwawi agar memiliki iman seperti Simon Petrus. Hal ini dikarenakan dari begitu banyak anggapan orang mengenai pribadi Yesus yang diaggap hanya seorang nabi, namun Simon Petrus bisa memaknai imannya tentang Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat.

Pdt. Fransisca mengumpamakan iman Petrus layaknya batu karang yang kokoh yang tidak akan bisa tergoyahkan meski diterjang ombak, “Memiliki Iman seperti ini dia bisa dimana saja, dia akan mampu menerobosi segala rintangan dihadapannya, dia bisa bertahan walaupun ada badai gelombang menerjangnya,” kata Pdt. Fransisca.

Menurut Pdt. Fransisca, iman seperti inilah yang juga bisa membuat Rasul Paulus berkata “Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan”. “Rasul Paulus tidak takut pada kuasa kematian, kapan saja Tuhan akan panggil dia, dia akan selalu siap, karena dia sudah memiliki Yesus dalam hidupnya”, jelas Pdt. Fransisca.

Menurutnya pernyataan dari Simon Petrus tersebut merupakan dasar yang kokoh bagi seseorang dalam hubungannya dengan Tuhan Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat bagi hidupnya.

Pelayan Firman Tuhan, Ibu Pendeta Fransisca Marlisa, S.Fil. Foto: Eldo/balleonews-kumparan

Pdt. Fransisca juga mengingatkan, jemaat perlu memiliki pondasi iman yang kokoh didalam Yesus Kristus sehingga hatinya bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, dan mereka tidak mudah diombangambingkan oleh pengajaran-pengajaran baru yang menyesatkan.

“Karena kebenaran didalam Yesus adalah mutlak, Kebenaran didalam Yesus itu tidak bisa tergantikan oleh apapun di dunia ini, dan kebenaran didalam Yesus tidak akan bisa dispekulasi”, Tegas Pdt. Fransisca.

Menutup Khotbahnya, Pdt. Fransisca mengajak Jemaat GKI Elim Kwawi yang juga adalah Jemaat ke-2 yang ada diseluruh Tanah Papua, di HUT yang ke-158 ini untuk bisa mengenang dan meneladani apa yang telah dilakukan oleh Carl Wilhelm Ottow dan Johan Gottlod Geissler yang telah merintis jemaat GKI Elim Kwawi di Tahun 1861.

“F.C. Kamma menulis banyak hal yang dialami oleh Ottow dan Geissler dalam perjalanan mereka mengabarkan Injil, tidak semudah membalikan tangan untuk mereka melakukan misi pekabaran injil, mereka menempuh perjalan sepenjang 700 Kilometer untuk bisa sampai di Papua demi kerinduan untuk membawa berita keselamatan kepada orang-orang yang belum terjamah oleh peradaban pada waktu itu”, tutup Pdt. Fransisca.

Pewarta:Eldo Noya