kumparan
9 September 2019 12:02

Kadis PUPR2KP Sayangkan Rusaknya Tugu Satu Tungku Tiga Batu,Fakfak

Tugu Satu Tungku Tiga Batu Fakfak sebelum dirusak. Foto: Balleo News
Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR2KP) Kabupaten Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos. M.AP menyayangkan tindakan oknum yang merusak ikon Kota Fakfak “Satu Tungku Tiga Batu," saat aksi demo damai berujung rusuh 21 Agustus 2019 lalu.
ADVERTISEMENT
Tempat tersebut dijadikan masyarakat Fakfak, dan para pengunjung yang datang ke Kabuapten Fakfak digunakan untuk selfi atau foto di tugu tersebut. Namun kini akhirnya tempat tersebut tidak bisa digunakan sebagai rekreasi.
"Seharusnya ikon Kota Fakfak “Satu Tungku Tiga Batu” itu jangan dirusak, sebab sebagai lambang “Agama Keluarga” meskipun perbedaan Agama," jelasnya, Senin (9/9).
Tugu Satu Tungku Tiga Batu dirusak saat aksi demonstrasi rusuh di Fakfak beberapa waktu lalu. Foto: Balleo News
Katanya lagi, daerah lain di indonesia mengakui dan mengagumi bahwa kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Fakfak sangat terjalin baik dari dulu karena agama keluarga.
"Tempat tersebut jug kami belum resmikan, Kedepan akan diperbaiki semua. Kehadiran ikon"Satu Tungku Tiga Batu,"justru menjadi tujuan masyarakat ketika berlibur," pungkasnya.
Reporter: Ifan
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan