Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kampanye di Brawijaya, FT Agenda Bantuan ke Lembaga Agama dan Ekonomi Micro

BalleoNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Simpatisan TERKABUL Saat Menghadiri Pertemuan. Foto istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Simpatisan TERKABUL Saat Menghadiri Pertemuan. Foto istimewa

Calon Bupati Kaimana Freddy Thie (FT), Selasa malam (7/10) melakukan kampanye atau pertemuan terbatas di Jalan Brawijaya II, lebih tepat di kawasan jalan Sisir Kaimana.

Hadir dalam pertemuan tersebut calon wakil Bupatinya Hasbullah Furuada, sejumlah tokoh politik partai pendukung dan pengusung, Freddy Thie dan Hasbullah Furuada, serta ratusan pendukung serta simpatisannya.

Mengawali kampanye nya Kaibus sapaan akrab Freddy Thie, menyampaikan Visi dan Misinya serta penjabaran aksi program kerja, yakni Masalah bantuan ke lembaga Agama dan pinjaman ke masyarakat pelaku usaha ekonomi micro, di hadapan pendukung serta simpatisan, yang disambut dengan aplous.

"Rencana aksi kami bagi masyarakat dibidang ekonomi yakni, pemberian modal dan pinjaman kepada ekonomi mickro dan lembaga-lembaga Agama. Ekonomi micro kedepan kami inginkan agar mama-mama penjual pinang, penjual nasi kuning dan penjual di pasar akan kita berikan bantuan modal usaha," jelasnya.

"Besar anggaran akan kita sesuaikan, namun harus diperhatikan baik bantuan modal tersebut jangan disalahgunakan. Kalau untuk mama-mama Papua, yang sudah punya kios kita akan bantu pinjaman modal usaha Rp. 25 juta," lanjutnya.

Selain bantuan dan pinjaman modal usaha ke pelaku usaha micro, namun menurut Kaibus pihaknya juga akan memberikan bantuan kepada lembaga-lembaga Agama yang ada di Kaimana.

"Kita akan berikan bantuan secara adil kepada lembaga Agama. Kita akan bantu untuk lembaga Agama baik itu Kristen, Muslim maupun lembaga Agama lainnya. Kedepan Guru ngaji dan Guru Sekolah Minggu akan kita bantu, semua diberlakukan adil," terangnya.

Dikatakan kalau perputaran uang berjalan dengan baik, semua lini ekonomi berdampak. Selain itu menurutnya harus ada efisiensi penggunaan anggaran, dengan cara perjalanan dinas setiap OPD dipangkas.

"Masalah utama di Kaimana kalau boleh saya katakan soal ekonomi, dan lapangan kerja. Ke depan jika pasangan Terkabul diberikan kepercayaan oleh rakyat, langkah pertama yang kami buat adalah pekerjaan proyek dilaksanakan tepat waktu yakni bulan Februari dan Maret. Sehingga masyarakat bisa merasakan perputaran uang dengan baik di Kaimana," ujarnya.