Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kasus COVID-19 Papua Barat Terendah di Antara 34 Provinsi

BalleoNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rapat koordinasi Menteri Bidang Perekonomian bersama Gubernur, Walikota dan Bupati se-Provinsi Papua Barat, di Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (3/9), foto: Yanti/Balleo News
zoom-in-whitePerbesar
Rapat koordinasi Menteri Bidang Perekonomian bersama Gubernur, Walikota dan Bupati se-Provinsi Papua Barat, di Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (3/9), foto: Yanti/Balleo News

Ketua Tim Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Airlangga Hartarto mengatakan, dari seluruh data kasus aktif 34 provinsi se-Indonesia, Provinsi Papua Barat menempati nomor terakhir.

"Artinya ini bukan yang paling jelek, namun Papua Barat yang terbaik se-Indonesia baik kasus aktif terendah dan penurunannya 89,56 persen," ungkap Airlangga saat menggelar pertemuan bersama Gubernur dan Forkopimda Papua Barat, yang berlangsung di Gedung L Jitmau kompleks Kantor Walikota Sorong, Jumat (3/9).

Dibeberkannya, kalau dilihat per provinsi secara keseluruhan kasus aktif COVID-19 di Indonesia semuanya turun. Misalnya di Sumatera sudah turun -46 persen, Jawa Bali -70 persen, Nusa Tenggara -70 persen, Kalimantan -57 persen, Sulawesi -55 persen dan Maluku-Papua -28 persen.

Rapat koordinasi Menteri Bidang Perekonomian bahas penanganan COVID-19 di Papua Barat, foto: Yanti/Balleo News

"Jadi secara nasional kita sudah turun 60 persen. Ini membuktikan langkah yang diambil Presiden, yaitu dengan menerapkan PPKM berhasil. Kita tidak boleh lengah, meskipun kasus aktif kita sekarang relatif baik. Tinggal yang kita jaga adalah recovery reat dan tingkat kematian," ujarnya.

Menurut Airlangga, yang membuat Papua Barat sampai saat ini masih berada di level 3 adalah tracingnya yang terbatas.

Oleh karena itu, testing dan tracing perlu ditingkatkan di Papua Barat. Hal ini karena target kedepan yang ingin dicapai, yaitu Papua Barat menjadi wilayah kuning atau hijau.

"Langkah dan parameternya tinggal sedikit dan bisa terukur, artinya untuk meningkatkan testing dan tracing itu tergantung pemerintah. Kalau kasus aktif itu tergantung masyarakat dan yang tertular. Tapi kalau kita dorong testing, maka akan meningkatkan semua," tegasnya.

Jadi kalau tracing ditingkatkan, tambahnya, maka Airlangga yakin Papua Barat bisa naik kelas lagi dari level 3 ke level 2, sesuai instruksi Mendagri.

Forkopimda Papua Barat menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, foto: Yanti/Balleo News

"Kedepan tentu kami berharap Gubernur Papua Barat dan forkopimda beserta Bupati/Walikota se-Papua Barat, kasus COVID-19 belum selesai. Walaupun saat ini menjadi yang terbaik, tapi tetap Presiden berpesan agar ingat dan tetap waspada. PR-nya di Papua Barat harus mendorong ekonomi agar menjadi positif," pungkasnya.