Kementerian Pariwisata Alokasikan Rp 45 Miliar untuk Bangun TWA Mangrove Klawalu
ยทwaktu baca 2 menit

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan all out untuk kembangkan pariwisata di Kawasan Indonesia Timur, termasuk di Kota Sorong yang menjadi pintu gerbang.
Hal ini dibuktikan dengan total anggaran yang dialokasikan dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) dari tahun 2018 sampai tahun 2022 mencapai Rp 45 miliar lebih.
"Total anggaran dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) dari tahun 2018 sampai tahun 2022 sebesar Rp 45 miliar, sudah dianggarkan untuk taman wisata alam mangrove klawalu kota sorong," ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno saat melakukan kunjungan kerja ke Taman Wisata Alam Mangrove Klawalu, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (25/10).
Menurut Sandiaga, Taman Wisata Mangrove Klawalu, Kota Sorong, Papua Barat, merupakan pariwisata berkelanjutan yang fokus pada ecotourism. Disini juga, sambungnya, selain daripada wisata alam terbuka, ada hutan mangrove, pohon bakau, juga disediakan jalur sepeda.
"Kedepan TWA Mangrove Klawalu akan sangat diminati, karena banyak spot-spot instagram. Kita akan all out untuk di kawasan Indonesia Timur, pariwisatanya ingin kita kembangkan dan khususnya Kota Sorong sebagai pintu gerbang serta sebagai pusat transportasi, pergerakan masyarakat di Papua dan Papua Barat. Kita tidak ingin mereka hanya singgah dan menjadi Rohali (Rombongan hanya lihat-lihat), tapi juga menjadi Rojali (Rombongan yang beli-beli) produk yang ada di Sorong," imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno juga memberikan apresiasi kepada pemilik hak ulayat yang telah dengan ikhlas menyerahkan lahan tersebut kepada Pemerintah Kota Sorong, untuk dikelola menjadi Taman Wisata Alam Mangrove.
"Setelah diserahkan dari pemilik hak ulayat kepada Pemerintah, baru bisa kita kolaborasikan, karena itu salah satu persyaratan. Dimana masalah tanah dan aspek hukumnya semuanya jelas dan clear and clean," ujarnya.
Ditambahkan Menteri Parekraf, TWA Mangrove Klawalu Kota Sorong nanti akan dijadikan sebagai salah satu stok dari kunjungan Delegasi G20 yang akan diperlihatkan.
"Kami selain akan perlihatkan Raja Ampat, juga akan meminta kepada para Delegasi G20 mereka harus menanam mangrove terlebih dahulu disini (TWA Mangrove Klawalu, Kota Sorong, sebagai bagian dari pada gerak cepat, gerak bersama dan garap semua potensi," pungkas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno.
