Melihat Pedagang Pasar Sanggeng, Manokwari Pasca Terbakar

Pasar Sentral Sanggeng di Kota Manokwari, Papua Barat terkesan tidak terurus pasca terbakar pada Tahun 2018. Akibat tidak terurus sejumlah pedagang lokal menjajakan barang dagangan di medium parkiran dan pintu masuk pasar. Selain itu lahan parkir yang setiap hari dijadikan ladang untuk menarik retribusi daerah, terpaksa sebagian lahan dibagikan kepada para pedagang untuk berjualan.
"Saya kira pemerintah daerah harus memberikan solusi, terutama segera membangun kembali pasar ini agar para pedagang bisa ditertibkan," Kata Ruben Sawaki yang ditemui Jumad (28/6).
Menurutnya, keberadaan para pedagang yang menggunakan medium parkir, bukan hanya mengurangi pendapatan retribusi, namun juga tidak elok di pandang.
"Pasar itu kan sebagai sentra utama wajah ekonomi di daerah ini, kalau kondisi seperti ini sangat disayangkan sekali," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Maria Kamer, pedagang Ikan yang menjajakan jualanya di depan Pasar Sentral Sanggeng. Ia mengatakan memilih untuk menjajakan jualan ikan di depan pasar karena ia tidak mendapat tempat di pasar ikan.
Maria juga berharap agar pemerintah daerah memperhatikan nasib pedagang, terutama mama-mama papua yang berjualan di medium parkiran depan pasar.
"Kitong mau lihat kondisi saat ini memang kurang ada perhatian, terutama penjual ikan dan sayur khusus orang papua," Kata Maria Kamer.
Meski disediakan pasar mama-mama papua, hal tersebut dinilai tidak berdampak karena sebagian pedagang papua memilih berjualan di jalan ketimbang pasar. Hal tersebut disebapkan karena lokasi pasar tidak strategis dan kurangnya pengunjung.
Tampak pedagang sayur, Ikan, pedagang tas noken serta sejumlah lapak baru telah di bangun untuk para penjual kaset DVD Player di pintu masuk pasar.
Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan mengatakan, akan kembali membangun Pasar Sanggeng yang telah terbakar.
"Mudah-mudahan di tahun ini ada pembangunan pasar, karena anggaran dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi," Kata Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan.
Pewarta: Mohamad Adlu Raharusun
