Kumparan Logo
Konten Media Partner

Panen Raya Padi di Kampung Desai, Manokwari, Seluas 277 Hektare

BalleoNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pj Gubernur Papua Barat melakukan panen raya di Kampung Desai Distrik Prafi, Manokwari
zoom-in-whitePerbesar
Pj Gubernur Papua Barat melakukan panen raya di Kampung Desai Distrik Prafi, Manokwari

Pj Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, menyebut Manokwari memiliki potensi sebagai lumbung padi.

Hal itu, Ia ungkapkan saat panen raya bersama Forkopimda Papua Barat di Kampung Desai Distrik Prafi, Manokwari, Senin (20/2/2023).

Waterpauw mengatakan panen raya tersebut hasil dari penanaman bersama Menteri Pertanian beberapa waktu lalu pada masa tanam II 2022-2023.

"Panen raya ini, bisa untuk mengantisipasi krisis pangan," ujarnya.

Menurutnya, terdapat pesan penting dari panen raya tersebut yakni masyarakat ikut terlibat dalam mengantisipasi krisis pangan di daerah.

Selain krisis pangan, kata Waterpauw panen raya bisa menekan angka inflasi Papua Barat.

"Adanya panen raya ini, kemungkinan bisa menekan angka inflasi sebab beras merupakan makanan pokok masyarakat," kata Waterpauw.

Kepala Dinas TPHBun Papua Barat, Dr. Yacob S. Fonataba, M.Si merincikan lahan di Distrik Prafi sebesar 908 hektare, Distrik Masni seluas 934 hektare dan Distrik Sidey seluas 415 hektare.

"Total lahan sawah di Manokwari seluas 2.257 hektare," rincinya.

Ia mengungkapkan, kampung Desai memiliki potensial lahan sawah seluas 294 hektare namun baru tertanam seluas 277 hektare.

Hasil produksi pada masa tanam II di Kampung Desai, Kata Fonataba sebanyak 5,1 ton per hektare gabah kering panen.

"Setelah penggilingan menjadi 2,5 ton beras," ucapnya.

"Jika dikalikan dengan luas tanam seluas 277 hektare bisa mendapatkan 692,5 ton beras," katanya lagi.