Pedagang Pasar SP3, Prafi Merugi Ratusan Juta Rupiah

Kejadian kebakaran pasar tradisional Satuan Permukiman (SP) 3, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, membuat para pedagang di pasar tersebut menderita kerugian mencapai lebih dari Rp500 juta.
Kepala Kepolisian Sektor Prafi, IPTU Hanny Salamena melalui keterangan tertulis yang diterima, Minggu (16/6) menjelaskan, sedikitnya 8 toko, yang tediri atas toko pakaian, sembako, dan toko mainan hangus terbakar dalam peristiwa itu.
“Saat kejadian, saksi mendengar letupan dan selanjutnya keluar dari dalam tokonya untuk mencari tahu asal sumber itu, mereka melihat asap keluar di antara toko sembako toko mainan, kemudian api membesar dan membakar 8 toko yang berada di pasar Kampung Aimasi SP-3, distrik Parfi,” jelasnya.
“Dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa. Jumlah kerugian keseluruhan yang diakibatkan kebakaran sekitar Rp530 juta,” sambung IPTU Hanny.
Saat kejadian, menurut IPTU Hanny, beberapa toko yang terbakar sedang ditinggalkan pemiliknya termasuk toko yang di dalamnya terjadi letupan.
“Dari hasil lidik dan keterangan saksi di TKP (tempat kejadian perkara) belum bisa dipastikan sumber kebakaran tersebut dari arus pendek listrik atau dari kompor atau dari sumber yang lain,” sebut IPTU Hanny.
Dalam keterangannya, IPTU Hanny menambahkan, upaya yang dilakukan personel polsek dan Koramil Warmare, serta warga sekitar pasar, baru membuahkan memadamkan api sekitar pukul 14.15 WIT.
“Dua saksi, masing-masing pemilik toko kain dan toko mainan sudah dimintai keterangan terkait kebakaran pasar,” tutupnya.
Salah seorang warga SP-3, Lita mengatakan, suasana pasar pada hari-hari biasa cukup ramai.
“Warga dari SP-4 hingga SP-7, juga datang berbelanja di pasar ini. Di pasar ini dijual berbagai barang, mulai dari sayuran, makanan siap saji, pakaian dan peralatan rumah tangga,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Pelaksanan BPBD kabupaten Manokwari, Yohanes Jaftoran, mengonfirmasi kebakaran itu membuat 8 kepala keluarga (KK) dan 35 jiwa menderita kerugian. “Tidak ada korban jiwa, kerugian hanya berupa material bahan jualan saja,” katanya.
Pewarta : Abdul R. F
