Sapi di Sorong Makan Tepung Sagu Jadi Gemuk

Sagu adalah tepung atau olahan yang diperoleh dari pemrosesan teras batangrumbia atau "pohon sagu" (Metroxylon sagu Rottb).
Selain untuk dikonsumsi manusia, Tepung Sagu bisa menjadi pakan ternak. Salah satunya untuk makanan sapi. Dan Tepung Sagu ternyata bisa digunakan untuk menggemukan Sapi.
Seperti yang terjadi di Teminabuan, Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat. Masyarakat atau peternak Sapi di Sorong Selatan, baru mengetahui Tepung Sagu ternyata bisa dijadikan makanan tambahan untuk penggemukan Sapi.
"Sagu sekarang sudah dilirik pemerintah. Ini temuan terbaru, Tepung Sapi dijadikan makanan tambahan dan bisa menggemukan Sapi," kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sorong Selatan, Seryaf D. Maniburi, Selasa (18/6/2019).
Kata Seryaf, wilayah Sorong Selatan dikenal sebagai daerah penghasil Sagu terbanyak. Dari sumber daya alam tersebut, sejumlah pihak tengah melirik dan akan memanfaatkan sumber daya tersebut.
"Dinas Peternakan telah menemukan temuan baru untuk makanan Sapi dari Sagu,"kata Seryaf.
Menurutnya, Sagu di Teminabuan sangat banyak, tetapi masyarakat setempat belum mengetahui kegunaannya. Setelah mendengar cerita jika Sapi bisa makan Sagu, dilakukan percobaan. Hasil percobaan ternyata Sapi bisa makan Sagu.
" Setelah saya dengar manfaatnya, Saya mencoba sendiri.Setelah tiga minggu, hasilnya berubah menjadi lebih baik(gemuk).Hal ini merupakan temuan baru”,ungkap Seryaf selasa (18/6).
Katanya, Sapi miliknya yang awalnya sepeti kekurangan gizi, Setelah diberi Sagu secara rutin, fisik Sapi mulai berubah. Satu dari sepuluh ekor, saat timbangan berat badan Sapi berubah dalam kurun waktu tiga minggu mencapai delapan kilogram.
”Sebelum diberi Sagu, sapi ini seperti tidak sehat (kurus). Setelah diberi Sagu secara rutin dua kali sehari badan Sapi sehag dan gemuk. Sehatnya terlihat dari bulu badanya.Bulunya mulai tebal dan ditimbang.Kemarin saya timbang beratnya mencapai delapan kilogram.Sebelumnya 130 kg setelah tiga minggu beratnya menjadi 138 kilogram”,jelasnya.
Kata Seryaf, pengolahan makananya sangat mudah.Disiapkan pula mesin penggiling sagu.
"Sagu itu digiling lalu beri Sapi makan. Tidak ada tambah apa-apa lagi.Setelah satu jam baru diberi rumput sebagai makanan pokok”,tambahnya.
Untuk membangun kesejahteraan masyarakat, Dinas Peternakan akan mengadakan sosialisasi tentang kegunaan Sagu dan mengadakan sosialisasi Sapi kepada yang memiliki potensi sagu.
”ke depanya saya akan melakukan sosialisasi dan mendatangkan sapi bagi masyarakat.Masyarakat yang memiliki Sagu banyak saya kasi dia pelihara.Bukan Cuma sapi saja,ayam,bebek dan hewan lainya pun bisa”tutupnya.
Pewarta: Fransiskus
