Kumparan Logo
Konten Media Partner

Selain Berpihak ke OAP, Program 4 Miliar Juga Turunkan Angka Kemiskinan Kaimana

BalleoNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Kaimana, Freddy Thie, saat menjadi narasumber pada acara Raker Bupati/Walikota se-Provinsi Papua Barat di Kota Sorong. Foto istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Kaimana, Freddy Thie, saat menjadi narasumber pada acara Raker Bupati/Walikota se-Provinsi Papua Barat di Kota Sorong. Foto istimewa

Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kaimana di bawah kepemimpinan Bupati, Freddy Thie dan Wakil Bupati (Wabup), Hasbulla Furuada, untuk menurunkan angka kemiskinan di Kaimana. Berdasarkan data statistik angka kemiskinan di Kabupaten Kaimana dari total jumlah penduduk 62.957 orang, 16,04 persen di antaranya penduduk miskin atau setara dengan 10.310 orang.

Angka kemiskinan Kaimana ini juga pernah disampaikan oleh Bupati Kaimana, Freddy Thie, saat menjadi narasumber dalam agenda Rapat Kerja (Raker) Bupati/Walikota se-Provinsi Papua Barat, yang juga dihadiri oleh Pj Gubernur Papua Barat, pada Jumat (21/10) lalu di Gedung Aimas Convention Center.

“Berdasarkan data kemiskinan yang ada, kami terus berupaya menurunkan dengan berbagai program pemerintah yang kami canangkan salah satunya adalah program rehab rumah Rp. 4 Miliar per kampung,” jelas Bupati dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/10).

Dikatakan Bupati, program Rp. 4 Miliar per kampung yang merupakan program unggulan Pemkab Kaimana saat ini, memiliki keberpihakan terhadap Orang Asli Papua (OAP) yang ada di Kaimana.

“Saya mau katakan program Rp. 4 Miliar ini 1000 persen berpihak untuk OAP, sebab dari total 84 kampung 80 persen dihuni oleh basudara OAP,” kata Bupati.

Tak hanya itu, Bupati mengakui bahwa program Rp. 4 Miliar yang dilaksanakan oleh pihaknya ini juga secara matematis mampu menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Kaimana.

“Selain keberpihakan tadi, program ini juga dapat menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Kaimana secara drastis akibat dari adanya serapan tenaga kerja yang luar biasa,” ungkapnya.

Bupati menjelaskan pihaknya telah membuat simulasi penyerapan tenaga kerja melalui program Rp. 4 Miliar per kampung, yang telah digelontorkan sejak tahun anggaran perubahan 2021 lalu.

“Kalau dari satu kampung kita anggarkan 1 rumah dengan nilai rehab 100 juta, maka ada 40 mata rumah yang akan direhab, dan dari 40 mata rumah itu katakanlah ada 5 orang tukang maka satu kampung bisa serap sekitar 200 orang tenaga kerja,” ujarnya.

Bupati berdarah Tionghoa ini mengatakan bahwa melalui program Rp. 4 Miliar per kampung tersebut, secara matematis pihaknya mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 6000 orang.

“Jika simulasi ini kita pakai, maka dari formasi yang sudah sejak 2021 ada 4 orang berarti ada 800 orang tenaga kerja, dan ditambah tahun anggaran 2022 ini ada 26 kampung maka ada 1.200 orang artinya akan terserap 6000 tenaga kerja, ini luar biasa,” bebernya.

Ia juga mengatakan bahwa jika simulasi ini terjadi secara stimulan maka dengan begitu angka kemiskinan di Kabupaten Kaimana akan turun secara drastis.

"Itu baru satu program, kalau ditambah dengan program lain pasti saya yakin angka kemiskinan yang tadi saya bilang itu akan turun secara drastis,” pungkasnya.