Kumparan Logo
Konten Media Partner

Seorang Penumpang KM Gunung Dempo Tujuan Sorong Kedapatan Bawa SIM Palsu

BalleoNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KM Gunung Dempo yang tiba di Kota Sorong, Rabu dini hari (17/6), foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
KM Gunung Dempo yang tiba di Kota Sorong, Rabu dini hari (17/6), foto : Istimewa

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sorong, Papua Barat, terus melakukan pengawasan ketat terhadap orang-orang yang masuk ke Kota Sorong. Salah satunya yaitu melakukan pengawasan terhadap KM Gunung Dempo yang sandar di Pelabuhan Sorong, sekitar pukul 02.00 WIT, pada Rabu dini hari (17/6).

Dalam pengawasannya, para petugas gabungan yang masuk dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, bertugas mengecek kelengkapan dokumen yang harus dimiliki baik oleh penumpang yang mau bernagkat maupun yang baru tiba di Kota Sorong.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, KM Gunung Dempo yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, membawa 40 orang penumpang yang kebanyakan turun di Kota Sorong. Namun sungguh disayangkan, dari puluhan penumpang yang turun di Sorong, ada seorang penumpang yang kedapatan membawa dokumen palsu berupa surat ijin masuk (SIM) ke Kota Sorong.

Tampak surat ijin masuk Kota Sorong milik salah seorang penumpang KM Gunung Dempo yang diduga palsu, foto : Yanti

Terkait ada penumpang yang membawa dokumen palsu berupa surat ijin masuk (SIM) ke Kota Sorong, dibenarkan oleh Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sorong Herlin Sasabone.

"Memang tadi malam, ada kapal Gunung Dempo yang masuk dan menurunkan penumpang di Pelabuhan Sorong. Nah kebetulan orang yang diduga membawa surat ijin masuk palsu ini adalah orang pertama yang turun. Karena banyak orang, kami tidak melihat dengan teliti dokumen yang ditunjukkan, karena saya sudah lihat ada surat ijin masuk, rapid test dan surat lainnya lengkap, makanya kami langsung suruh orang itu jalan," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/6).

Lanjut Herlin, setelah semua penumpang selesai diperiksa kelengkapan dokumennya, baru dirinya diberi tahu oleh petugas bahwa ada salah satu penumpang yang menunjukkan dokumen surat ijin masuk yang diduga adalah palsu.

"Setelah semua selesai baru saya dikasih tahu, kalau ada penumpang yang menunjukkan surat ijin masuk yang tulisannya dan bentuk hurufnya beda dan diduga itu palsu. Kita mau konfirmasi dan panggil yang bersangkutan, untuk menanyakan hal tersebut. Kita komunikasi dulu, panggil yang bersangkutan. Apakah dia tahu atau tidak, itu surat palsu atau bukan. Kalau dia tahu dan sengaja, maka kita akan mengingatkan," bebernya.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sorong Herlin Sasabone, foto : Yanti

Terkait hal tersebut, sambungnya, pihaknya tidak akan melaporkan yang bersangkutan ke pihak berwajib, namun pihaknya akan mengingatkan agar hal tersebut tidak terulang kembali. Karena dasar untuk melaporkan kepada pihak berwajib kurang kuat. "Harusnya dia minta tolong ke keluarganya untuk urus surat ijin masuk ke posko, karena ini jugakan gratis dan kita tetap akan proses ijin masuk. Masyarakat tidak perlu memalsukan dokumen ijin masuk, silahkan datang urus ke posko, karena semuanya gratis," tandasnya.