Kumparan Logo
Konten Media Partner

Warga Bintuni Tangkap Buaya, Saat Dibelah Ada Potongan Kepala Manusia

BalleoNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga berhasil menangkap buaya yang menerkam warga
zoom-in-whitePerbesar
Warga berhasil menangkap buaya yang menerkam warga

Warga Distrik Simuri, Teluk Bintuni diterkam buaya saat hendak menjaring ikan. Korban yang diterkam buaya itu atas nama, Yeniman Bernard. Kejadian tersebut terjadi pada 28 Juni 2022 pukul 12. 30 WIT di perairan Pesisir Sumuri.

Pencarian korban di pimpin oleh Kasat Polairud, Iptu Lukas Rosihol Limbong, dibantu anggota dari Polsek Babo dan anggota Polairud Polres Bintuni dibantu warga setempat.

"Seorang warga bernama Yeniman Bernard diterkam buaya saat menjaring ikan di pesisir Sumuri," kata Kapolres Teluk Bintuni AKBP Junov Siregar, melalui Kasat Polairud Teluk Bintu Iptu Lukas Resihol Limbong melalui sambungan seluler.

Kasat Polairud, Iptu Lukas Rosihol Limbong

Ia mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari Kapolsek Babo bahwa masyarakat yang diterkam oleh buaya pukul 12. 30 WIT. Selanjutnya melaporkan kejadian ini kepada Kapolres Teluk Bintuni.

Ia melanjutkan, dari laporan itu, pihaknya menuju ke lokasi awal pertama korban diterkam buaya. Di lokasi itu pihaknya melakukan pencarian dari pagi hingga sore hari dengan speed boat milik Polairud dibantu perahu nelayan, namun nas korban belum juga ditemukan

"Kita putuskan lanjutkan pencarian keesokan harinya. Dengan kerja keras dan membuahkan hasil menemukan buaya itu dan berhasil menangkapnya sekitar pukul 29 Juni sekitar pukul 17. 00 WIT,"katanya.

Dikatakannya, karena buaya cukup besar sehingga pihaknya kewalahan menangkapnya namun berkat kerja keras buaya itu berhasil dilumpuhkan.

Proses penangkapan buaya

Selanjutnya buaya itu diikat dengan tali dan dievakuasi ke darat. Selanjutnya perut buaya dibela untuk memastikan korban ada di peru buaya itu.

"Kita bela perut buaya itu, kiat temukan tubuh korban ada di dalam perut buaya. Tubuh korban sudah tidak utuh hanya meninggalkan kepala,"ujarnya.

Ia mengungkapkan berdasarkan laporan masyarakat, sebelum kejadian korban sedang menjaring ikan. Saat itu korban turun dari longboat sambil berenang tetapi posisi tangan korban memegang badan perahu. Di situlah korban tiba tiba di serang oleh hewan buas tersebut.

Warga membelah perut buaya

"Jadi korban Bernard sedang buang jaring. Itu keterangan saksi tiba tiba Bernard diterkam. Sempat ada terjadi tarik menarik namun karena buaya besar akhirnya tangan korban terlepas dari genggaman perahu,"ucapnya.

Ia mengimbau, kepada masyarakat khusus nelayan pesisir di Bintuni agar terus waspada karena kondisi air keruh dan berwarna coklat terindikasi banyak hewan buas.

"Kita tahu musibah selalu datang mengintai kita. Selaku Kasat Polairud mengimbau agar jangan paksakan turun dari perahu karena itu berbahaya bagi keselamatan diri," imbuhnya. (**)