Konten dari Pengguna

Pemenuhan Target Kurikulum Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi

Balqis Fachela

Balqis Fachela

Mahasiswa PPG Prajabatan Universitas Sriwijaya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Balqis Fachela tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

(Sumber : Dokumen Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
(Sumber : Dokumen Pribadi)

Indonesia adalah negara kepualauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, pulau-pulau tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda baik itu dari segi geografis, budaya dan kepercayaan. Sehingga hal ini menjadi keistimewaan bagi bangsa Indonesia, bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat dengan beragam budaya dan sifat kemajemukannya. Keragaman mencakup perbedaan budaya, agama, ras, bahasa, suku, tradisi dan sebagainya. Dalam mempertahankan dan melestarikan budaya perlu adanya pendidikan baik itu dirumah maupun di sekolah. Pendidikan merupakan suatu hal yang penting untuk setiap generasi khususnya generasi muda untuk kemajuan mutu pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia dalam suatu negara (Pelangi, 2020). Pendidikan yang berkualitas bukan lagi milik segelintir orang atau orang kaya, melainkan hak setiap anak di setiap masyarakat (Doubet & Hockett, 2018). Pada saat yang sama, semua anak harus didik dengan baik sebagai dorongan untuk standar yang lebih ketat. Standar ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa anak-anak saat ini siap menghadapi dunia masa depan.

Setiap manusia diciptakan unik dan khusus, tidak ada satu orangpun yang sama persis walaupun mereka kembar tetapi pasti ada perbedaan di antara mereka. Demikian juga halnya dengan peserta didik di kelas. Ketika masuk dalam sekolah pastinya mereka bukanlah selembar kertas putih yang kosong. Di dalam diri setiap anak ada karakteristik dan potensi yang berbeda satu sama lainnya yang harus diperhatikan oleh guru pelaksanaan pendidikan harus menyesuaikan dengan daerah tersebut serta latar belakang di daerah tersebut. Sehingga di dalam pelaksanaan pendidikan harus menyesuaikan setiap perbedaan peserta didik serta kebutuhan peserta didik. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan kebutuhan serta kemampuan peserta didik adalah pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah hal baru dalam dunia pendidikan. Sejalan dengan pendapat (Dina, 2023) Pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi guru dalam mengupayakan pemenuhan kebutuhan belajar setiap peserta didik. Pembelajaran berdiferensiasi ini tidak asing lagi dalam dunia pendidikan, pembelajaran ini sangat penting terhadap proses belajar mengajar yang mampu memenuhi kebutuhan peserta didi pada abad ke 21 ini. Sehingga peserta didik memerlukan pembelajaran yang berbeda satu sama lain guna mencapai tujuan belajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

(Sumber : Dokumen Pribadi)

Pembelajaran berdiferesnsiasi memiliki 4 aspek yaitu, konten, proses, produk, dan lingkungan Belajar di kelas. Guru memiliki kendali dan kesempatan untuk mengubah konten, proses, produk, dan lingkungan dan iklim belajar di kelasnya masing-masing sesuai dengan kebutuhan dan karakter peserta didik. Penjelasan keempat aspek tersebut sebagai berikut: 1. Konten, yang dimaksud dengan konten adalah apa yang diajarkan guru dikelas dan dipelajari peserta didik didalam kelas. 2. Proses, yang dimaksud dengan proses adalah kegiatan yang dilakukan peserta didik serta pengalaman belajar peserta didik. 3. Produk, yang dimaksud dengan produk adalah hasil akhir dari pembelajaran untuk menunjukkan kemampuan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman peserta didik setelah menyelesaikan proses pembelajaran. 4. Lingkungan belajar, yang dimaksud dengan lingkungan belajar meliputi susunan kelas secara personal, sosial, dan fisik. Misalnya guru dapat menyiapkan beberapa susunan tempat duduk peserta didik. Pengelompokkan peserta didik dapat dibuat berdasarkan minat maupun tingkat kesiapan peserta didik yang sejenis. Dalam hal ini guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik agar kebutuhan mereka terpenuhi.

Di Indonesia sendiri sudah beberapa kali mengalami perubahan kurikulum, perubahan kurikulum ini mengikuti zaman dan memenuhi kebutuhan peserta didik. Bukan tanpa alasan, perubahan kurikulum ini bertujuan untuk meningkatkan rencana pembelajaran dan proses pembelajaran di sekolah yang berupaya menyediakan solusi dari kesulitan dalam menuju pendidikan yang berkualitas dan mampu melahirkan lulusan yang kreatif, inovatif, berpikir kritis, mampu berkomunikasi dan bekerja dalam kelompok dan berkarakter tanggung jawab. Selain itu kebutuhan peserta didik dan pengguna lulusan hampir belum bisa memenuhi target kebutuhan hal ini dapat dilihat dalam aspek sikap dan keterampilan. Perbedaan potensi dan kemampuan setiap peserta didik perlu diperhatikan dan diakomodasi dalam pembelajaran dan kurikulum sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Kurikulum merdeka sudah banyak diimplementasikan di sekolah yang menjadi upaya pemenuhan target kurikulum dengan melalui pembelajaran diferensiasi yang menyesuaikan kebutuhan serta karakteristik peserta didik. Yang di dalamnya terdapat aspek konten atau isi materi, proses, produk dan lingkungan belajar berdasarkan kesiapan, minat, dan gaya belajar peserta didik.