Konten dari Pengguna

Beli Rumah Inden atau Ready Stock?

Bambang W Properti

Bambang W Properti

Marketing Properti Medan, Sumatera Utara, Indonesia

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bambang W Properti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumah inden atau ready stock memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Maka kembali disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

Photo by Andrew Neel on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Photo by Andrew Neel on Unsplash

Rumah Inden adalah rumah yang di beli secara pre-order atau pemesanannya dilakukan oleh konsumen kepada pengembang sebelum rumah dibangun, sedangkan rumah ready stock adalah rumah yang dijual oleh pengembang kepada konsumen dengan kondisi siap huni.

Pembelian rumah secara inden dan ready stock memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang dapat Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian.

Kawan-kawan berikut ini kita akan membahas kelebihan dan kekurangan dari rumah inden dan rumah ready stock.

Kebelihan Beli Rumah Inden

  1. Konsumen akan menerima rumah kondisi baru. Karena rumah inden dibeli pada saat belum jadi maka pada saat rumah jadi pasti akan langsung diserahkan kepada konsumen yang memesannya.

  2. Dapat memilih pengembang yang memberikan fleksibilitas bagi konsumen untuk mengubah layout dan material, dengan mengikuti pembangunan sejak awal, tapi dengan biaya tambahan di luar harga pembelian.

  3. Harga inden biasanya lebih murah dari ready stock, karena pembiayaan inden sejak awal sudah ditanggung oleh konsumen sebagian, dibanding ready stock ditanggung pengembang seluruhnya.

  4. Dapat mengajukan harga discount lebih besar kepada pengembang karena pembiayaan di awal. Konsumen sudah turut menanggung biaya secara termin yang telah di tentukan pengembang.

  5. Bagi konsumen yang mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke bank, dapat melakukan cicilan sambil menunggu proses rumah selesai dibangun.

Kekurangan Beli Rumah Inden

  1. Untuk pembelian rumah secara inden, konsumen tidak bisa langsung menghuni karena bangunan baru akan dibangun oleh pengembang setelah ada kesepakatan harga dan pembayaran Down Payment (DP), hingga rumah selesai dibangun.

  2. Bagi konsumen yang belum memiliki rumah akan timbul biaya tambahan. Pada saat menunggu pembangunan rumah oleh pengembang, konsumen harus mengontrak rumah terlebih dahulu yang merupakan biaya tambahan di luar biaya pembelian rumah.

  3. Fasum dan fasos biasanya dibangun di akhir pembangunan rumah sehingga belum memadai atau belum lengkap pada saat pembelian di awal.

  4. Bank pembiayaan KPR terbatas, karena tidak semua bank berkenan mengucurkan kredit dan biasanya hanya bank yang telah bekerja sama atau ditunjuk oleh pengembang untuk pembiayaannya.

Kelebihan Beli Rumah Ready Stock

  1. Bisa langsung ditempati karena sudah jadi atau siap huni.

  2. Dapat mengecek kondisi bangunan pada saat survei untuk rencana pembelian.

  3. Fasilitas umum dan fasilitas sosial di sekitar rumah sudah memadai. Fasilitas pendukung antara lain ukuran jalan, pembuangan air, lampu jalan, taman dll sudah terbangun dan terpasang.

  4. Legalitas sudah lengkap, kelengkapan surat seperti sertifikat tanah dan IMB telah tersedia sehingga status hukumnya jelas, termasuk jika mengajukan KPR akan sangat membantu.

Kekurangan membeli rumah ready stock

  1. Pilihan terbatas untuk rumah ready stock, konsumen tidak bisa leluasa memilih posisi rumah sesuai keinginan karena pilihan tergantung stok yang ada yang dibangun oleh pengembang.

  2. Menerima kondisi rumah sesuai dengan yang telah dibangun oleh pengembang, karena rumah sudah jadi maka konsumen harus menerima apa adanya sesuai lay out dan material dari pengembang.

  3. Harga rumah pembelian ready stock biasanya lebih mahal dibandingkan pembelian saat masih belum di bangun.

Kawan-kawan sekian artikel beli rumah inden atau ready stock, jadi bagi yang masih bingung silahkan baca lagi artikel ini, semoga bermanfaat.

Bambang Wijaya Properti

Medan, Sumatera Utara

IG @bamzwi