Konten Media Partner

5 Kecamatan di Kabupaten Bandung Mulai Terendam Banjir

BandungKiwari

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir mulai menggenangi kawasan Bandung Selatan. (Foto: Assyifa)
zoom-in-whitePerbesar
Banjir mulai menggenangi kawasan Bandung Selatan. (Foto: Assyifa)

KABUPATEN BANDUNG, bandungkiwari - Kawasan Bandung Selatan, khususnya Banjaran, Baleendah dan Dayeuhkolot menjadi langganan banjir setiap tahun.

Seperti yang terjadi pada Selasa malam (17/12) hingga Rabu pagi. Hujan deras yang melanda wilayah Bandung dan sekitarnya, memicu bencana banjir di sejumlah titik di Kabupaten Bandung.

Paling tidak banjir mulai merendam lima kecamatan yaitu Kecamatan Baleendah, Banjaran, Bojongsoang, Ciparay dan Dayeuhkolot.

Ilustrasi banjir Foto: Antara/Hafidz Mubarak

"Air menggenangi lima kecamatan akibat dari hujan intensitas tinggi, sejak Selasa sore sekitar pukul 15.30 WIB," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat (BPBD Jabar) Budi Budiman Wahyu, Rabu (18/12).

Ketinggian air di lima kecamatan itu berbeda-beda. Di Kecamatan Ciparay, banjir menggenangi Jalan Raya Ciparay-Majalaya Cidawolong, dengan ketinggian air 10-50 cm. Akibatnya, kendaraan roda empat dan roda dua kesulitan melintas.

Adapun di Kecamatan Dayeuhkolot, banjir menerjang 11 RW. Adapun rata-rata tinggi permukaan air di wilayah tersebut bervariasi mulai dari 10-150 cm.

Banjir juga menerjang wilayah Kecamatan Baleendah. Tercatat banjir menggenang tiga RW dengan tinggi permukaan air mulai dari 20 cm hingga 190 cm.

Sedangkan di Kecamatan Bojongsoang, banjir terjadi di RW 10 dengan ketinggian air mencapai hingga 50 cm.

Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Banjaran. Sebagian jalan di sekitar rumah warga terutama di Desa Kamasan RW 05 mulai tergenang dengan ketinggian air 10-30 cm.

instagram embed

Menurut Budi, petugas dari BPBD Kabupaten Bandung sudah bergerak ke lokasi bencana.

"Kami telah menyiapkan satu unit perahu karet untuk evakuasi warga yang terjebak dan menyiapkan tempat pengungsian di gedung Ex Inkanas," ujar Budi.

Pihaknya, kata Budi, terus melakukan pemantauan di lima kecamatan tersebut serta kawasan lain yang berpotensi terdampak banjir.

Hingga Rabu pagi banyak warga yang akan melewati jalan-jalan utama di lima kecamatan tersebut mencari informasi di media sosial tentang jalan alternatif.

Di akun instagram @infotibanjaran, misalnya. Sejumlah warga yang akan melintas Jalan Dayeuhkolot mencari informasi jalan alternatif yang masih bisa dilalui. Pasalnya Jalan Dayeuhkolot terutama di depan Metro Garment, masih ditutup hingga Rabu pagi. (Ananda Gabriel/Febriyan)