Konten Media Partner

Bubur Bejo, Hasil Citarasa dan Ketekunan

BandungKiwari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bubur Bejo, Hasil Citarasa dan Ketekunan
zoom-in-whitePerbesar

BANDUNG, bandungkiwari - Kota Bandung disebut orang sebagai kota kuliner. Begitu banyak pilihan makanan dan restoran yang ada disini, namun tidak sedikit juga yang harus gulung tikar karena banyaknya persaingan. Banyak faktor yang menjadi penyebab gulung tikar itu terjadi, salah satunya adalah masalah citarasa dan ketekunan.

Beruntung, dua faktor ini dimiliki oleh pemilik bubur Bejo, singkatan dari bubur Belakang Jogja yang sekarang bisa dibilang melegenda. Bubur yang sudah tidak asing di kalangan warga Bandung, terlebih di telinga mahasiswa ini berawal dari Mas Bejo (bukan nama asli) seorang perantau asal Semarang.

Berawal dari berjualan bubur menggunakan gerobak mengelilingi Kota Bandung, hingga sekarang bermodal ketekunan berjualan bubur selama 35 tahun, membuahkan hasil yang tidak mengecewakan bagi pemilik bubur ini.

“Jadi awalnya masih merintis dengan kereta dorong, sama seperti pedagang bubur lain. Sampai akhirnya dulu bisa dapat tempat di belakang Jogja, makanya dinamain bubur Bejo,” kata Tarso, seorang pegawai bubur Bejo. Yang dimaksud Jogja di sini tentu bukan Kota Jogja, melainkan Yogya Departemen Store yang berada di Jalan Sunda, Kota Bandung.

Kini, tempat bubur Bejo sudah tetap. Dulu di belakang Jogja, sekarang ada di sebelah pasar Kosambi dan di depan pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani. Selain itu, Bubur Bejo sudah memperkerjakan pegawai lebih dari 10 orang.

Sebenarnya tidak banyak menu yang ditawarkan di sini. Hanya ada dua jenis bubur, yaitu bubur biasa dan bubur spesial. Namun, citarasa dan harga dari bubur ini sangat cocok untuk mahasiswa.

Karena pelanggan yang datang ke tempat ini selalu penuh, maka setiap harinya, bubur Bejo bisa menghabiskan tidak kurang dari 50 kilo beras dan 1 kuintal daging ayam.

Nah, kalian yang dari luar kota Bandung, wajib mencicipi bubur Bejo ini jika mampir ke Kota Kembang. Belum lengkap rasanya ke Bandung kalau belum mencoba bubur legenda Bejo.

Satu porsi bubur spesial hanya dibandrol Rp 13.000, dengan porsi besar yang sangat mengenyangkan.

Bubur ini biasanya semakin ramai dinikmati saat tengah malam, dan pas untuk mengisi kosongnya perut di malam hari. Kalian jangan takut kehabisan, karena bubur ini buka 24 jam.

Akhir pekan yang panjang, waktunya berburu kuliner. Jangan lupa mampir di Bubur Bejo ya. (Nuzulia Rahma)