Konten Media Partner

Dosen Unpad Kolaborasi Riset Tentang Perempuan Dengan Peneliti Australia

BandungKiwari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dosen Unpad Kolaborasi Riset Tentang Perempuan Dengan Peneliti Australia
zoom-in-whitePerbesar

Ilustrasi. (Pixabay)

BANDUNG, bandungkiwari - Ida Widianingsih, peneliti Universitas Padjadjaran (Unpad), berhasil meraih hibah internasional dari Australia-Indonesia Institute (AII), Department of Foreign Affairs and Trade (Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan) Australia.

Hibah dicapai berkat kolaborasi Ida dengan dua akademisi dari Flinders University, Australia, yaitu Dr. Helen McLaren dan Assoc/Prof Cassandra Star. Lewat kolaborasi ini, para peneliti bertujuan membangun kerja sama antara pemerintah Indonesia/Australia dan mendukung kemajuan kepemimpinan perempuan di sektor publik di Indonesia.

Bagi Ida yang juga menjabat dosen di Departemen Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, capaian tersebut membanggakan karena perolehannya cukup kompetitif. Dari nilai proyek riset sebesar 94.517.93 Dolar Australia, riset ini dibiayai dana hibah senilai 33 ribu Dolar Australia. Dana ini digunakan untuk menjalankan riset selama 1 tahun di Indonesia dan Australia

Ida mengatakan, riset yang dilakukan tidak hanya membangun jejaring antar universitas. Namun, juga memberikan kontribusi positif dalam menguatkan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Australia. Apalagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Australia Selatan secara formal telah memperbaharui MoU sebagai Sister Province pada tahun 2015.

“Bagi Unpad, riset ini mendukung program “Unpad Nyaah ka Jabar”berupa kontribusi nyata peneliti Unpad mendukung penguatan peran perempuan dalam pemerintahan di Jawa Barat,” kata Ida, dikutip dari siaran pers Unpad.

Lebih lanjut Ida mengatakan, terkait riset ini, pihaknya berencana akan membawa dua pejabat perempuan di lingkungan Pemprov Jawa Barat dan satu pejabat perempuan Pemkot Bandung ke Adelaide, Australia, November mendatang.

Di sana ia dan tiga pejabat itu akan bertemu langsung dengan sejumlah pejabat perempuan untuk bertukar wawasan mengenai kepemimpinan perempuan di Indonesia maupun Australia. Diharapkan, setiap pejabat di dua negara mendapatkan referensi dan pengalaman yang bisa diaplikasikan di lingkungan kerja mereka.

Kunjungan ke Australia ini murni menggunakan dana hibah tersebut. Dengan demikian, kata Ida, Unpad memiliki kontribusi besar terhadap pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan di Jawa Barat tanpa perlu menggunakan dana APBD.

Selanjutnya, pada April 2019 mendatang Helen dan Cassandra akan menjadi peneliti tamu pada Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif, Fisip Unpad. Keduanya juga bermaksud merekrut dan melatih mahasiswa Pascasarjana Administrasi Publik yang akan dilibatkan untuk mewawancarai pejabat perempuan di Jawa Barat.

Sementara di Australia, Helen dan Cassandra juga merekrut mahasiswa Pascasarjana untuk mewawancarai pejabat perempuan setempat.

Ida mengutarakan, capaian akhir dari proyek riset ini tentu saja publikasi. Setiap aktivitas, baik dari hasil studi banding, hingga wawancara akan dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi. Namun, lebih dari itu, luaran penelitian ini diharapkan dapat menjadi penguat kaum perempuan untuk maju di kancah pemerintahan.

“Kami harap ini jadi batu loncatan bagi pemerintah Jawa Barat,” kata Ketua program studi Pascasarjana Administrasi Publik ini.

Ida mengatakan, kerja sama antara Unpad dan Flinders University sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Ia juga yang memelopori lahirnya kerja sama intensif antar dua perguruan tinggi dari dua negara tetangga itu. Ida sendiri merupakan alumnus dari Program Pascasarjana Flinders University.

Berbagai aktivitas banyak dilakukan, seperti pertukaran dosen hingga publikasi riset bersama. Lebih dari itu, kerja sama ini tidak hanya sebatas antar lembaga perguruan tinggi saja, tetapi juga melibatkan antar pemerintah daerah, yaitu Provinsi Jawa Barat dengan pemerintah Adelaide.

Ida dan Helen rutin bekerja sama di bidang akademik dan penelitian. Setidaknya, Helen pernah menjadi dosen tamu di Program Pascasarjana Administrasi Publik dan menjadi peneliti tamu di Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif FISIP Unpad.

Sementara Cassandra merupakan Associate Professor pada Graduate Program in Public Administration, Department of Politics and Public Policy Flinders University. Hal ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas antar perguruan tinggi.

“Kerja sama ini tidak hanya antar perguruan tinggi atau antar pemerintah daerah saja, tetapi juga melibatkan antar program studi. Kita sudah memiliki rencana untuk mewujukdan program Double Degree,” kata Ida. (Iman Herdiana)