Konten Media Partner

Haji Geyot, Ikon Ramadhan Kota Bandung

BandungKiwari

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Abah Geyot di Taman Vanda, Jalan Merdeka, Bandung. (Iman Herdiana)
zoom-in-whitePerbesar
Abah Geyot di Taman Vanda, Jalan Merdeka, Bandung. (Iman Herdiana)

BANDUNG, bandungkiwari – Haji Geyot kembali menemani ibadah puasa warga Kota Bandung. Sambil memukul bedug, boneka seukuran manusia dewasa itu dapat dijumpai di Taman Vanda, Jalan Merdeka, Bandung.

Pantauan Bandungkiwari Sabtu (18/5), Haji atau Abah Geyot merupakan boneka mengenakan baju koko putih, berselendang sorban, sarung krem dan peci hitam. Dia berdiri di atas panggung dan menghadapi bedug, yaitu sebuah rebana besar yang biasa ada di masjid untuk penanda adzan.

Sambil memukul-mukul bedug, pinggul Abah Geyot tampak bergoyang-goyang (bahasa Sunda: ngageyot). Sementara di bagian panggung tertulis “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1440 H”.

Boneka Abah Geyot berdiri tepat di antara Bank Indonesia dan Taman Pemkot Bandung, satu kawasan yang kerap dipakai ngabuburit (menunggu waktu buka puasa) oleh warga.

Dalam siaran pers Pemkot Bandung disebutkan, Abah Geyot selalu hadir saat Ramadan di pusat-pusat keramaian. Abah Geyot menjadi salah satu ikon Ramadhan Kota Bandung.

Disebutkan bahwa Abah Geyot merupakan patung laki-laki setinggi sekitar 3 meter yang bertubuh gemuk. Abah Geyot digerakkan secara mekanis dengan mesin.

Abah Geyot mulai hadir menyapa warga sejak tahun 1990-an. Konon, patung itu mulai sering muncul ketika zaman Wali Kota Bandung Ateng Wahyudi. Sejak saat itu, Abah Geyot selalu menemani warga saat ngabuburit.

Patung Abah Geyot tidak hanya terpasang di satu titik. Biasanya, ada 3-4 titik tersebar di seluruh penjuru kota. Dengan begitu masyarakat di Kota Bandung seluruhnya bisa ‘disapa’ oleh patung tambun nan menggemaskan itu.

Sejak hadir di Bandung tahun 1990-an, Abah Geyot pun diduplikasi di berbagai daerah di Jawa Barat, mulai dari Majalengka hingga Priangan Timur, seperti Ciamis, Banjar, dan Tasikmalaya. Abah Geyot pun menjadi semakin melegenda di masyarakat Tatar Parahyangan.

Saking dirindukannya, patung Abah Geyot selalu dicari jika telat datang saat Ramadan. Di Kota Bandung, ada masa-masa Abah Geyot tidak terpasang. Hal itu membuat warga bertanya-tanya, bahkan meminta kepada wali kota agar Abah Geyot didatangkan.

Hingga kini, Abah Geyot selalu jadi primadona ketika Ramadan tiba. Banyak orang tua yang mengajak anak-anaknya untuk menyapa Abah Geyot. Tentu hanya sekadar melihatnya ngageyot sambil menabuh beduk. Abah Geyot telah mengisi kenangan warga Kota Bandung dari generasi ke generasi. (Iman Herdiana)