Mengenang Satu Abad Tjilik Riwut

BANDUNG, bandungkiwari - Sakola Ra’jat (SR) Iboe Inggit Garnasih mengadakan renungan suci peringatan Satu Abad kelahiran tokoh pejuang Tjilik Riwut di Bandung, Kamis (1/2/2018) malam.
Tjilik Riwut merupakan tokoh pahlawan nasional masyarakat Dayak dari suku Dayak Ngaju. Surat Keputusan Presiden RI No. 108/TK/Tahun 1998 merupakan bukti penghargaan atas perjuangannya pada masa kemerdekaan dan pengabdian membangun Kalimantan (Tengah).
Gatot Gunawan (28) koordinator peringatan Satu Abad Tjilik Riwut, menjelaskan peringatan ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan kembali jasa perjuangan Tjilik Riwut kepada masyarakat luas terutama anak-anak dari SR.
Acara diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, penyalaan Lilin Suci, pembacaan sejarah perjalanan Tjilik Riwut dan memutar lagu kesayangan Mohing Asang. Rangkaian acara ini merupakan salah satu cara SR agar peserta renungan mampu mengkhidmati perjuangan Tjilik Riwut.
“Selain pejuang yang melepas batas kesukuan, Tjilik Riwut merupakan tokoh yang membangun Kalimantan. Beliau juga seorang wartawan dan penulis. Untuk itu kami melakukan peringatan hari lahirnya, dengan renungan suci penyalaan lilin dan penjelasan sejarah perjalanan beliau,” ujar Gatot usai renungan suci.

Foto-foto:Agus Bebeng/bandungkiwari.com
Wanggi, seorang aktor pantomime yang ikut dalam acara peringatan ini menilai kegiatan ini lebih menekankan lagi arti nasionalisme. “Saya teringat ucapan beliau yang mengatakan ‘Tak kenal maka tak cinta’ yang dalam cara pandang saya, bicara nasionalisme adalah bicara tentang cinta yang sesungguhnya kepada negeri,” katanya.
Wanggi sendiri pernah berziarah ke makam Tjilik Riwut di taman makam pahlawan Sanaman Lampang, Palangkaraya. (Agus Bebeng)
