Menikmati Paduan Gerak Tari Jaipong dan Pencak Silat Bentang Kalang

Tarian Bentang Kalang. (Foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)
BANDUNG, bandungkiwari - Suara gamelan terdengar dinamis mengikuti gerak para penari dari Padepokan Kalang Kamuning, Desa Cihideung Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat yang menyuguhkan garapan berjudul “Bentang Kalang” di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Jabar pada Jumat (8/9/2018).

Tarian Bentang Kalang. (Foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)
Pementasan “Bentang Kalang” merupakan kegiatan geladi resik untuk acara Temu Karya Taman Budaya Nasional ke-17 yang akan diselenggarakan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 12-15 September 2018.

Tarian Bentang Kalang. (Foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)
“Bentang Kalang” terdiri dari kata Bentang dan Kalang. Bentang yang berarti bintang personifikasi dari penari atau rongggeng yang menampilkan keterampilan menari di arena pertunjukan pergaulan. Sementara Kalang sendiri adalah tempat bermain atau arena pertunjukan.

Tarian Bentang Kalang. (Foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)
“Bentang Kalang” mencoba memadukan tari pergaulan Ketuk Tilu, Bajidoran, Jaipongan dengan gerak bela diri Penca Silat.

Tarian Bentang Kalang. (Foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)
Dalam praktiknya, para penari ronggeng melakukan gerakan seukeut (tajam), memeragakan jurus-jurus, yang memadu dengan 3G dakan jaipongan, yakni geol, gitek, goyang yang merupakan komunikasi tubuh.

Tarian Bentang Kalang. (Foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)
Semua gerakan itu tersaji dan terpatri lewat suasana semangat, ceria, gembira khas "Bentang Kalang". (Agus Bebeng)
