Konten Media Partner

Mobil Dinas dan Bus Sekolah akan Gantikan Angkot Selama Mogok

BandungKiwari

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Angkot tolak ojek online.  (Foto: ANTARA/Muhammad Arif Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Angkot tolak ojek online. (Foto: ANTARA/Muhammad Arif Pribadi)

BANDUNG, bandungkiwari – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menyiapkan armada transportasi gratis untuk penumpang selama aksi mogok sopir angkutan umum se-Bandung Raya. Transportasi gratis tersebut meliputi bus sekolah, bus angkutan karyawan, hingga mobil dinas kecamatan se-Kota Bandung.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan pihaknya menyiapkan 220 angkutan yang disebar di titik-titik tertentu di Kota Bandung.

"Angkutan sekolah TMB koordinasi dengan Damri, bus buruh, dan bus sekolah diperuntukan publik kalau terjadi unras (unjuk rasa). Cadangan total 20 dari Dishub, ditambah Damri jadi sekitar 220. Akan dioperasikan di 10 lokasi yang 2 rute dan yang 4 (rute) ada TMB dan bus sekolah," ujar Didi di Polrestabes Bandung, Senin (7/5).

Sementara mobil dinas milik kecamatan se-Kota Bandung juga diperintahkan berkeliling untuk mengantisipasi penumpukan penumpang. Menurut Didi, penggunaan mobil dinas tersebut merupakan yang ketiga kali semenjak adanya unjuk rasa oleh para sopir angkutan umum konvensional.

“Nanti camat-camat di wilayahnya keliling, dan karena ini sudah ketiga kali dan protap sudah berjalan," kata Didi.

Selain mobil camat, sambung dia, semua mobil dinas Dishub Kota Bandung juga sudah dikoordinasikan mengantisipasi penumpukan penumpang.

Untuk diketahui, Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Jawa Barat akan melakukan demonstrasi di Gedung Sate, Bandung, Selasa (8/5). Aksi ini rencananya disertai mogok operasi hingga Jumat (11/5).

Demonstrasi dipicu karena belum terealisasinya Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 tentang angkutan sewa khusus berbasis online atau plat hitam. Diperkirakan, aksi tersebut akan diikuti oleh sekitar 10 ribu sopir angkutan konvensional yang terdiri dari angkot dan taksi. (Arya Wicaksana)