Konten Media Partner

Rekayasa Lalu Lintas di Bandung, 10 Trayek Angkot Tetap Operasi

BandungKiwari

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lalu lintas di Bandung. (Iman Herdiana)
zoom-in-whitePerbesar
Lalu lintas di Bandung. (Iman Herdiana)

BANDUNG, bandungkiwari – Perubahan lalu lintas akan dilakukan di Jalan Cipaganti-Jalan Sukajadi lewat uji coba yang akan dilaksanakan pada 11-18 Juli 2019. Di jalur tersebut, beroperasi 10 trayek angkutan umum atau angkot. Meski akan dilakukan rekayasa jalan, 10 trayek angkot tersebut tetap akan beroperasi.

Ke-10 trayek angkot yaitu Abdul Muis-Ledeng, Cicaheum-Ledeng, Cicaheum-Ciroyom, Margahayu Raya-Ledeng, Sederhana-Cipagalo, Cibaduyut-Karang Setra, St. Hall-Ciumbuleuit (via Eycman), St. Hall-Ciumbeleuit (via Cihampelas), Ciroyom-Sukajadi (via Sukajadi), serta bus DAMRI Leuwi Panjang-Ledeng.

Rekayasa jalur tersebut dilakukan setelah melewati beberapa pertimbangan, di antaranya adanya beberapa simpang yang menjadi tempat persilangan kendaraan. Selain itu, adanya pedagang kaki lima dan tempat parkir yang mengurangi kapasitas jalan.

Hal itu mengakibatkan kapasitas kendaraan yang bisa menggunakan jalanan tersebut menjadi kecil. Sehingga, selain uji coba rekayasa jalan, penataan parkir pun akan dilakukan.

Rekayasa jalan ini dilaksanakan setelah melalui beberapa tahapan, salah satunya adalah melakukan simulasi dengan menggunakan permodelan Visim. Sehingga, dapat dilihat kinerja lalu lintas yang saat ini diterapkan dan kinerja lalu lintas setelah dilakukannya permodelan.

Setelah dilakukan simulasi dengan permodelan tersebut, didapatkan penurunan VC ratio, yaitu sekitar 0,7. Selain itu, kecepatan kendaraan pun dinilai bisa menjadi tinggi dan travel time menjadi singkat.

Pada 18 Juli 2019 uji coba rekayasa jalan ini akan dievaluasi untuk melihat efektivitasnya. Sehingga, apabila ditemukan kekurangan dapat dirumuskan solusinya. Salah satu hal yang akan dievaluasi adalah dampak rekayasa jalan terhadap jalan-jalan akses, seperti Jalan Boscha, Jalan Eyckman, dan lain sebagainya.

Kepala Seksi Manajemen Transportasi, Dinas Perhubungan, Sultoni, mengatakan evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui kelemahan sistem.

“Kita enggak mungkin sekali uji coba langsung jadi. Dan kita menginginkan hasil yang terbaik, walaupun manajemen rekayasa ini merupakan upaya jangka pendek Pemerintah Kota Bandung,” kata Sultoni, di Taman Sejarah Wiranatakusumah Bandung, Kamis (4/7). (Assyifa)