Konten Media Partner

Sampah Minuman Kemasan Bisa Diolah Jadi Kertas, Papan, dan Genting

BandungKiwari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sampah Minuman Kemasan Bisa Diolah Jadi Kertas, Papan, dan Genting
zoom-in-whitePerbesar

Ilustrasi kemasan tetra pak. (tetrapak.com)

BANDUNG, bandungkiwari – Minuman kemasan banyak sekali yang dikemas karton berlapis alumunium atau disebut tetra pak. Mulai dari susu, teh, sirup dan lain-lain banyak yang dikemas kertas tetra ini. Selama ini kemasan tersebut cuma sekali pakai, tanpa bisa didaur ulang.

Waste4Change Alam Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang daur ulang yang bekerja sama dengan Tetra Pak Indonesia, sudah 10 tahun mensosialisasikan pentingnya tanggung jawab perusahaan yang mengemas produknya dengan tetra pak.

Namun selama 10 tahun tersebut, respons produsen maupun masyarakat sepi. Di saat yang sama, produksi dan konsumsi minuman kemasan terus meningkat. Sampah-sampah tetra pak pun berserakan entah bermuara di mana yang bisa jadi masuk ke laut menjadi “makanan” beracun ikan paus.

Kini Waste4Change Alam Indonesia menggandeng PD Kebersihan Kota Bandung untuk menampung sampah tetra pak. Lewat kerja sama yang dikuatkan MoU, sampah tetra pak dari masyarakat bisa ditampung dan dibeli dengan harga Rp500-Rp1.000 per kilogramnya.

Adanya nilai ekonomi dari sampah tetra pak, diharapkan masyarakat maupun pemulung mau mengumpulkan sampah tetra dan menjualnya ke bank-bank sampah atau PD Kebersihan.

“Prog tetra pak ini sebenarnya sudah lama 10 tahun. Yang kurang adalah partisipasi dan sosialisasi,” kata pendiri Waste4Change Alam Indonesia, Muhammad Bijaksana Juni Rosano yang akrab disapa Seno, usai menandatangani nota MoU dengan PD Kebersihan di acara penutupan program kurangi, pisahkan, manfaatkan (Kang Pisman) Kota Bandung, Rabu malam (2/1/2019).

Seno berharap, MoU dan program Kang Pisman membuat sosialisasi soal pentingnya mengelola tetra pak secara bertanggung jawab tidak lagi kandas seperti 10 tahun lalu.

“Lewat Kang Pisman ini kita harapkan terjadi kolaborasi yang positif, dua-duanya saling dukung satu sama lain,” katanya.

Waste4Change Alam Indonesia sudah meminta brand-brand perusahaan yang memproduksi minuman kemasan tetra pak agar mau bertanggung jawab, bahwa kemasan yang sulit didaur ulang tersebut kini bisa diolah kembali menjadi barang jadi.

“Tugas kami memastikan mengelola secara bertanggung jawab. Kerja sama dengan PD Kebersihan penting karena mereka yang menjadi ujung tombak kebersihan di Kota Bandung. Tugas kami memastikan yang sudah dipilah betul-betul diolah,” terang Seno.

Teknisnya, warga Bandung yang sudah memilah sampah tetra bisa mengumpulkannya ke bank sampah atau dikirim ke PD Kebersihan Kota Bandung. Nanti kertas tetra yang terkumpul akan diolah menjadi barang kembali.

Selain memiliki nilai ekonomi, masyarakat yang memilah sampah juga telah berbuat andil pada lingkungan karena turut mengelola sampah secara bertanggung jawab. Sehingga, intinya bukan nilai ekonomi, tetapi tanggung jawab dalam mengelola sampah.

Sampah tetra yang sudah terkumpul nantinya akan diproses oleh mesin untuk mengalami pemisahan. Dalam sampah tetra setidaknya terdapat tiga jenis bahan, yakni kertas, plastik dan alumunium. Lewat pemrosesan mekanik, tiga bahan tersebut akan dipisahkan. Setelah dipisahkan, masing-masing bahan akan dijadikan bahan lagi untuk membuat barang seperti genting dan kertas.

Seno menyatakan pihaknya telah bekerja sama dengan perusahaan kertas yang telah membangun mesin khusus pemrosesan sampah tetra. “Dulu, sampah tetra sama sekali tak bisa didaur ulang. Sekarang bisa,” katanya.

Pabrik pengolahan sampah tetra terdapat di Tangerang dan Jawa Timur. “Hasilnya dipisahkan, kertas dan alumunium. Yang kertas masuk ke pabrik kertas, yang alumunium jadi papan atau genting dan sebagainya,” katanya. (Iman Herdiana)