Konten Media Partner

Utak-atik Diecast, Hobi yang Bernilai Puluhan Juta

BandungKiwari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Edit Lesmana di tempat workshop diecast Hell's Garage, Bandung. (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)
zoom-in-whitePerbesar
Edit Lesmana di tempat workshop diecast Hell's Garage, Bandung. (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)

BANDUNG, bandungkiwari - Di sudut pasar Cikapundung, lelaki itu duduk menikmati sore yang mendung. Di ruangannya yang sempit berbagai jenis mobil berserakan. Beberapa bagian tampak tidak utuh, sementara mobil yang sudah dipoles sedemikian cantik siap masuk ke dalam plastik untuk dikirim.

Tentu tidak bisa dibayangkan mobil dimasukkan ke dalam plastik untuk dikirim. Namun memang demikian adanya, karena di tempat workshop Hell's Garage milik lelaki 38 tahun bernama Edit Lesmana, mobil tersebut bukanlah mobil sesungguhnya; melainkan replika atau yang lebih terkenal disebut diecast.

Edit yang berprofesi sebagai Diecast Customizer ini bukanlah orang sembarang. Mungkin di ranah non seni diecast, orang hanya memandang Edit sebagai sosok biasa. Namun di ranah diecast lelaki ini memiliki kelebihan dan kemampuan yang dihormati banyak orang.

Pada ranah diecast nama Edit Lesmana sudah dikenal karena menghasilkan karya modifikasi dDiecast yang bermutu. Detail garapannya telah mengangkat nama Edit sebagai salah seorang Diecast Customizer ternama di Indonesia.

Kemampuan Edit dalam mengolah mobil mainan bukan hadir dalam waktu sebentar. Sejak SD lelaki ini sudah tertarik dengan mobil mainan yang membuatnya begitu akrab dengan beragam bentuk diecast.

Edit Lesmana di tempat workshop diecast Hell's Garage, Bandung. (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)

"Ketika STM suka ada praktek, tapi karena berebut mobil yang ada, saya bawa mobil-mobilan saja," ungkapnya, mengenang awal mengenal tradisi memulas mobil, saat ditemui Bandungkiwari.com, di Bandung.

Ketertarikan mewarnai mobil dan memodifikasi ulang diecast yang dijual di pasaran, membuatnya memiliki keberanian untuk menjual. Bertepatan dengan mulai dikenalnya medsos saat itu di Indonesia, Edit pun menjual produk oprekannya tersebut melalui medsos. Di luar dugaan hasil oprekannya tersebut mendapat respon luarbiasa dari penggemar diecast.

Respons pasar dari penggemar diescast yang luar biasa membuat semakin yakin untuk terjun bebas di dunia miniatur tersebut. Bersama label Hell's Garage Indonesia yang didirikannya, Edit terus mengikuti kegiatan yang terkait diecast. Alhasil beberapa kali mengikuti acara pameran diecast, eksistensi Edit pada dunia tersebut semakin hadir. Bahkan dirinya sempat membuat karya khusus untuk acara Diecast Expo yang berhasil dilelang mencapai nilai 32 juta.

"Expo kemarin pun saya ikut juga bikin karya lagi. Diecast-nya berhasil dilelang 28 juta," jelasnya.

Tentu kebanggaan luar biasa untuk mampu menjadi salah satu Diecast Customizer yang diberi kepercayaan terlibat dalam acara pameran diecast, karena harus bersaing dengan sesama seniman Diecast Customizer lainnya.

Edit Lesmana di tempat workshop diecast Hell's Garage, Bandung. (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)

Memang harga yang mencapai puluhan juta akan membuat orang awan keheranan, bagaimana mobil replika yang hanya berukuran beberapa centi dapat mencapai harga fantastis. Namun tentu hal tersebut hanya akan dipahami jika langsung terlibat dengan dunia diecast.

Menurut Edit harga diecast menjadi mahal karena beberapa hal, semisal produk barang yang dibuat terbatas, tidak lagi diproduksi atau diecast yang sudah dikostumisasi oleh Diecast Customizer yang ternama.

Hal itupun yang dilakukan Edit, sebagai Diecast Customizer yang cukup kondang dan memiliki sertifikat khusus, dirinya membuat modifikasi diecast dengan terbatas. Saat ini, ia telah menyelesaikan modifikasi satu merk mobil yang hanya berjumlah 10 buah, dan itu pun telah habis dipesan para penggemar.

“Di balik kemasan Diecast saya tanda tangani,” ucapnya, tanda tangan tersebut menurut Edit menjadi legal produk yang dibuatnya.

Edit Lesmana di tempat workshop diecast Hell's Garage, Bandung. (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)

Namun tentunya eksistensi Edit tidak sesederhana itu dirinya menjalani profesi ini telah sekian tahun lamanya. Beratus diecast yang dikostumnya telah menjadi impian para penggemar si mobil mini cantik ini, tetapi menurutnya selain sengaja membuat modifikasi untuk dijual, acapkali dirinya mendapat pesanan pemilik mobil yang ingin dibuatkan diecast yang mirip dengan mobil yang dimilikinya.

"Memodifikasi diecast yang sesuai dengan mobil pemilik memerlukan kejelian yang lebih terutama persoalan presisi yang harus dijaga," ucapnya.

Terlepas dari perkataan Edit, hobi alias kesenangan memang memiliki jalan terjal yang panjang dan kadang membuat orang lain keheranan. Beberapa kali berkunjung di workshop Hell’s Garage milik Edit, seraya memerhatikannya mengolah garis dan warna pada lekuk tubuh mobil yang unik, memberikan ruang kesunyian yang dalam.

Profesi Edit sebagai Diecast Customizer mungkin tidak banyak orang yang mengetahuinya. Bahkan menurut Edit banyak orang yang tidak faham dengan dunianya, bagaimana proses ngoprek mobil replika mampu menghasilkan pendapatan dan menutupi kebutuhan hidup.

Namun begitulah hidup; bukankah Soekarno pernah berkata, “Siapa ingin memiliki mutiara harus ulet menahan napas dan berani terjun menyelami samudra yang sedalam-dalamnya.” (Agus Bebeng)