Konten Media Partner

UTBK SBMPTN di ISBI Bandung, Peserta Tidak Boleh ke Toilet

BandungKiwari

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ruang UTBK SBMPTN 2019 di ISBI Bandung. (Iman Herdiana)
zoom-in-whitePerbesar
Ruang UTBK SBMPTN 2019 di ISBI Bandung. (Iman Herdiana)

BANDUNG, bandungkiwari – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 berlangsung di ruang kuliah Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Jalan Buahbatu, Sabtu (13/4).

Pantauan Bandungkiwari pada sesi pagi, pelaksanaan UTBK di ISBI Bandung digelar di dua ruangan, yakni di Lab Komputer Fakultas Seni Rupa dan Desain yang di absensi tercatat ada 25 peserta. Satu lagi di Lab Bahasa Gedung Perpustakaan ISBI Bandung yang absensinya mencatat ada 20 peserta.

Sejak awal, ujian tampak ketat. Sebelum masuk ke ruang ujian, penanggung jawab lokasi dan pengawas mengabsen peserta di luar ruang ujian. Peserta juga diminta berdoa.

Lalu peserta diminta masuk ruang sidang dan duduk di kursi yang sudah ditetapkan, menghadapi komputer yang terletak di meja. Di ruangan tersebut diawasi seorang pengawas dan dibantu seorang teknisi yang bertugas memfasilitasi masalah teknis UTBK.

Pintu ujian pun ditutup. Di luar ruang ujian, terdapat seorang penanggung jawab lokasi dan seorang petugas keamanan kampus.

Menurut penanggung jawab lokasi Aceng Lukman, UTBK di hari pertama tersebut berlangsung lancar. Di ruang ujian Lab Komputer Fakultas Seni Rupa dan Desain, ada seorang peserta yang tidak hadir. Sehingga jumlah peserta ujian 24 orang.

Ia mengatakan, sebelum masuk ruang ujian para peserta memang diberi arahan tentang tata tertib, salah satunya soal ke toilet.

“Ada arahan jika sudah di dalam ruang ujian peserta tak bisa keluar walaupun ke toilet, misalnya. Kalau keluar ruang ujian dianggap sudah selesai ujian,” kata Aceng yang juga bekerja di bidang tata usaha ISBI Bandung.

“Jadi yang mau ke ke toilet harus dipuas-puasin dulu selama ada di luar,” katanya.

Ia mengakui, ada ketegangan baik dari peserta maupun pengawas. Kedua pihak sama-sama memiliki beban psikologis.

“Untuk pengawas sama juga psikologisnya, kalau terjadi sesuatu di dalam, pengawas harus menenangkan, tidak boleh panik agar peserta tenang,” katanya.

Namun UTBK pada hari pertama tersebut berlangsung lancar. Sebelum UTBK, pihak kampus juga sudah mensosialisasikan kepada mahasiswa yang biasa berkegiatan di kampus seni itu agar menggeser kegiatannya ke waktu lain, sehingga tidak mengganggu yang sedang ujian.

ISBI Bandung menjadi salah satu dari 5 Pusat UTBK di Bandung, yakni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Islam Negeri (UIN).

Di ISBI Bandung tercatat sebanyak 17.489 peserta yang mendaftar UTBK. Mereka menjalani ujian di ISBI maupun di sekolah-sekolah yang menjadi mitra. (Iman Herdiana)