Viking: Kritik Pelatih Persib Wajar, Tapi Tidak Boleh Menyerang

BANDUNG, bandungkiwari – Kalahnya Persib Bandung oleh Persebaya Surabaya berbuntut penyerangan terhadap pelatih Miljan Radovic. Dalam tayangan video yang tersebar di media sosial, pelatih asal Montenegro tersebut terkena pukulan oknum Bobotoh.
Namun, kesigapan aparat keamanan mampu melindungi pelatih berusia 43 tahun tersebut. Pelaku yang menyerang Radovic, langsung diamankan.
Ketua Viking Persib Club Herru Joko menyayangkan aksi pemukulan kepada Radovic. Herru menganggap, desakan Bobotoh yang meminta Radovic mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala cukup wajar.
Namun tindakan dengan kekerasan tidak dibenarkan sama sekali. "Kalau diserang (teriakan mundur) Bobotoh wajar ya karena hasilnya tidak bagus, tapi kan manajemen juga punya program yang harus dijalankan. Yang oknum Bobotoh menyerang (Radovic) itu karena hasilnya tidak bagus mah berlebihan, bukan budaya kita itu. Kenapa sih pelatih kita kan, jangan digituin," kata Herru di Bandung, Jumat (8/3).
Menurut Herru, wajar apabila Bobotoh meradang karena Persib seret kemenangan bermain di kandang sendiri. Namun, kritik terhadap pelatih sebaiknya disampaikan dengan cara yang elegan.
"Bobotoh pasti kritis juga karena itu panggilan jiwa. Tapi tetap tidak boleh berlebihan begitu. Yang pasti tim ini lagi proses, pelatih baru, pemainnya baru, tempat baru, perlu waktu lagi proses," katanya.
Herru mengakui belum sempat meminta maaf kepada manajemen Persib terkait keributan yang terjadi di akhir laga tersebut.
"Iyalah minta maaf, jelas itu bukan anggota, itu oknum. Kami minta maaf karena itu tidak bagus, bukan budaya kita," ucapnya.
Herru pun berharap, di laga selanjutnya insiden tersebut tidak terulang. Ia juga meminta panpel untuk meningkatkan pengamanan di stadion agar semua lebih nyaman menyaksikan pertandingan.
"Semua harus ditingkatkan, panpel harus ditingkatkan. Masyarakat juga harus sadar bahwa tidak bisa sembarangan masuk daerah (lapangan) itu," kata Herru.
Cibiran terhadap Persib dari Bobotoh muncul terutama ketika tim ini mengalami kekalahan dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di fase grup Piala Presiden 2019. Bahkan, teriakan "Radovic Ganti" bergemuruh di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (7/3).
Teriakan itu sudah bergema sejak Persib tertinggal 1-2 oleh Persebaya. Amarah suporter fanatik Maung Bandung semakin menjadi saat Irfan Jaya menambah keunggulan bagi tim Bajul Ijo menjadi 1-3. Beruntung, Frets Butuan mampu menipiskan skor menjadi 2-3.
Bentangan spanduk bernada kecewa terhadap pelatih Radovic juga bermunculan di stadion. Tak pelak, saat wasit Nusur Fadilah asal Kabupaten Bekasi meniup pluit panjang, beberapa oknum Bobotoh mencoba menyerang Radovic. (Ananda Gabriel)
