Wanadri Buka Sekolah Geographic Information System Bagi Pecinta Alam

Wanadri menggelar Sekolah Geographic Information System (GIS). (Ananda Gabriel)
BANDUNG, bandungkiwari – Perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung Wanadri menggelar Sekolah Geographic Information System (GIS). Sekolah ini menghimpun anak muda pecinta alam dan membekali mereka dengan pengetahuan geospasial.
Sekolah ini diikuti 50 peserta dari latar belakang pencinta alam, dilaksanakan dua hari sejak Jumat dan Sabtu (5-6/10/2018) di Gedung Bandung Creative Hub, Bandung.
Sebelum memberi materi terkait teknologi geospasial, Wanadri membuka pendaftaran. Dari sekitar 500 pendaftar, 50 di antaranya berhasil diseleksi.
"Kita memang sengaja mencari yang berlatar belakang pencinta alam tetapi masih belum mengimplementasikan data spasial atau memang tidak memikiki latar belakang keilmuan geospasial. Tujuannya, untuk memberi kemampuan dasar konsep dasar geospasial," kata Dirga Sumantri dari Wanadri.
Dengan para peserta yang berusia muda serta yang aktif di kegiatan alam bebas, Wanadri berharap kegiatan Sekolah GIS memberikan pengetahuan lebih jauh soal geospasial.
"Capaian pembelajaran dari sekolah ini ingin mengenalkan aplikasi GIS. Sehingga bisa diterapkan masing-masing kelompok pencinta alam," ujarnya.
Dalam menjalankan sekolah, Wanadri tidak sendiri. Mereka bekerja sama dengan Geospatial Creative Institute dan Esri Indonesia.
"Jadi, GIS yang saat ini sudah dalam bentuk platform bisa dipakai ketika seseorang melakukan perjalanan dengan didasari data dan kemampuan menganalisis yang baik. Sehingga tujuannya untuk keselamatan perjalanan orang itu sendiri," jelasnya.
Selain itu, Jumardi menambahkan, GIS bisa diimplementasikan untuk menganalisis kebencanaan. Menurutnya, dengan melakukan analisis spasial di suatu daerah, kita dapat mengenal karakteristik daerah tersebut dalam menganalisis kebencanaan dan bisa berfungsi untuk merespons dini terkait kebencanaan.
Widiaswati Rosita Dewi dari Esri Indonesia mengatakan, kerja sama dengan Wanadri ini diharapkan dapat memperluas informasi terkait teknologi GIS.
"Kita tidak sebatas penyedia peta saja karena sekarang bentuknya sudah platform. Kerja sama dengan Wanadri dengan Esri ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam memberikan informasi teknologi GIS kepada masyarakat," ujarnya.
Sementara teknologi GIS sendiri sudah digunakan oleh banyak tim pengendali dan responden bencana di seluruh dunia. Teknologi ini berperan dalam mitigasi bencana skala besar seperti kemungkinan letusan Gunung Agung. (Ananda Gabriel)
