Mahasiswa BBK-6 UNAIR Bersama Warga Lawan DBD Lewat GESIT dan JEBOL di Madiun

Mahasiswa S-1 Sosiologi Universitas Airlangga
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Alexander Octavius Stevanus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai bagian dari kampanye anti DBD (Demam Berdarah Dengue), kelompok BBK 6 Universitas Airlangga yang ditempatkan di Desa Tulung, Kecamatan Saradan menggagas rangkaian program inspiratif yang disebut GESIT (Gerakan Eliminasi Sarang Jentik). Kedua program tersebut dapat dilaksanakan dengan lancar sepanjang pertengahan Juli 2025 di Desa Tulung dan MTsN 11 Madiun, yang menarik partisipasi aktif ratusan peserta yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat, kader kesehatan, anak-anak sekolah menengah, hingga ibu-ibu PKK.
Program GESIT dilaksanakan demi meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya penyakit DBD sekaligus ingin melibatkan masyarakat secara langsung dalam pemberantasan sarang nyamuk melalui edukasi serta praktik langsung. Acara dimulai di tanggal 18 Juli, mahasiswa mendatangi 50 rumah warga pada kelima dusun di Desa Tulung untuk memeriksa keberadaan jentik nyamuk. Jumlah rumah yang dikunjungi melebihi target yang ditetapkan sebelumnya yang hanya 10 rumah, yang menandakan antusiasme tim pelaksana sekaligus mempertimbangkan pentingnya distribusi yang merata di setiap wilayah desa.
Tak hanya memeriksa, mahasiswa juga memberikan edukasi terkait metode 3M Plus yang dirincikan sebagai menguras, menutup, mendaur ulang serta berbagai tindakan tambahan seperti penggunaan tanaman pengusir nyamuk, pemasangan kawat kasa, penggunaan obat anti nyamuk, pemeliharaan ikan pemakan jentik nyamuk, menaburkan bubuk larvasida (abate), serta menghindari menggantung pakaian di dalam rumah. Edukasi ini disampaikan guna memberikan pendekatan langsung agar mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.
Selain itu, demi menguatkan efisiensi tujuan kegiatan dari edukasi yang telah dilakukan, dilaksanakan program JEBOL (Jebakan Botol) DBD di tanggal 19, 23, dan 5 Juli. Kegiatan ini menitikberatkan pada pelatihan pembuatan jebakan nyamuk yang disebut sebagai ovitrap. Ovitrap dibuat menggunakan botol bekas, air, dan kertas atau plastik hitam. Pada 19 Juli, sesi pertama praktek pembuatan ovitrap dilangsungkan di Balai Desa Tulung dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri dari warga dan kader jumantik. Lalu, di tanggal 23 Juli, kegiatan penyuluhan GESIT sekaligus praktek pembuatan ovitrap. Kemudian, program ini ditutup dengan pelatihan bersama 48 ibu PKK di tanggal 25 Juli. Metode praktik langsung dan diskusi interaktif dipilih agar peserta tidak hanya memahami cara kerja ovitrap tetapi juga dapat membuatnya sendiri.
Walaupun sempat mengalami kendala karena keterbatasan alat untuk memotong kawat nyamuk, kegiatan tetap berjalan secara efektif dan menyenangkan. Rangkaian program tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat dan siswa terkait DBD, tetapi juga meningkatkan sikap peduli terhadap kebersihan lingkungan dan pencegahan penyakit secara mandiri. Tak hanya itu, kelompok BBK 6 Universitas Airlangga juga berharap program ini dapat mendorong perubahan perilaku dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, serta memberikan dampak berkelanjutan dalam upaya membebaskan Desa Tulung sebagai desa endemik DBD di wilayah tersebut.
