Konten dari Pengguna

Display Varietas Padi Dorong Swasembada Pangan Bangka Selatan

Suryadi

Suryadi

- ASN DPKP Bangka Selatan - Unsri

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Suryadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pagi itu, beberapa petani tampak berdiri di tepi sawah Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan. Mereka mengamati hamparan tanaman padi yang tumbuh pada petak-petak berbeda. Sekilas seluruh tanaman terlihat sama, tetapi setelah diamati lebih dekat, setiap varietas menunjukkan karakter yang berbeda. Ada yang tumbuh lebih cepat, ada yang memiliki malai lebih padat, dan ada pula yang tampak lebih tahan terhadap gangguan hama. Suasana tersebut bukan sekadar kegiatan budidaya biasa, melainkan bagian dari sebuah inovasi pelayanan publik yang mengubah cara pemerintah memberikan layanan kepada petani.

Selama ini, pelayanan di sektor pertanian sering diidentikkan dengan penyaluran bantuan benih atau kegiatan penyuluhan di ruang pertemuan. Informasi mengenai varietas unggul biasanya hanya disampaikan melalui penjelasan lisan atau media cetak. Akibatnya, banyak petani masih ragu mencoba varietas baru karena belum pernah melihat secara langsung hasilnya. Kondisi tersebut juga terjadi di Kabupaten Bangka Selatan, di mana penggunaan benih unggul bersertifikat masih belum merata sehingga produktivitas padi belum berkembang secara optimal.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan menghadirkan inovasi melalui Kegiatan Display Varietas Padi. Program ini dirancang sebagai pelayanan publik yang memberikan kesempatan kepada petani untuk melihat, membandingkan, dan menilai sendiri berbagai varietas unggul padi sebelum memutuskan untuk menggunakannya. Dengan pendekatan ini, pemerintah tidak lagi hanya menyampaikan informasi, tetapi menghadirkan bukti nyata melalui demonstrasi di lapangan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada lahan demonstrasi seluas 5 hektar di Kelompok Tani Marsudi Tani 3, Desa Rias. Setiap hektar dibagi menjadi sepuluh petakan yang ditanami berbagai varietas padi, mulai dari varietas yang telah dikenal petani seperti Inpari 32, Inpari 42, dan Ciherang, hingga varietas unggul baru seperti Pajajaran, Cakrabuana, Inpari 33, Inpari 49, Siliwangi Agritan, serta dua varietas hibrida. Seluruh varietas ditanam menggunakan teknik budidaya yang sama sehingga hasilnya dapat dibandingkan secara objektif. Pendekatan ini menghadirkan perubahan besar dalam pelayanan publik. Petani tidak lagi menjadi penerima informasi secara pasif, tetapi ikut terlibat dalam proses pembelajaran. Mereka dapat mengamati pertumbuhan tanaman sejak masa persemaian, melihat ketahanan terhadap organisme pengganggu tanaman, hingga membandingkan hasil panen setiap varietas. Sawah pun berubah menjadi ruang belajar terbuka yang memungkinkan petani memperoleh pengetahuan berdasarkan pengalaman langsung.

Inovasi ini juga menjadikan pelayanan pemerintah lebih transparan dan partisipatif. Semua proses mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga evaluasi dilakukan secara terbuka. Setiap perkembangan tanaman dicatat dalam laporan sehingga pemerintah memiliki data yang akurat sebagai dasar penyusunan rekomendasi varietas yang sesuai dengan kondisi agroekosistem Kabupaten Bangka Selatan.

Hasil panen menjadi bukti nyata keberhasilan inovasi tersebut. Dari 10 varietas yang diuji, Pajajaran menghasilkan produktivitas tertinggi, yaitu sekitar 6,90 ton/hektar, diikuti Cakrabuana dengan 6,75 ton/hektar. Kedua varietas tersebut terbukti mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi lahan setempat. Sebaliknya, beberapa varietas lain menunjukkan produktivitas yang lebih rendah sehingga kurang direkomendasikan untuk dikembangkan di wilayah Bangka Selatan. Data tersebut memberikan manfaat yang sangat besar bagi petani. Mereka tidak lagi menentukan pilihan benih berdasarkan informasi dari luar daerah atau promosi semata, tetapi berdasarkan hasil yang mereka lihat sendiri di lapangan. Keputusan penggunaan benih menjadi lebih tepat sehingga risiko kegagalan budidaya dapat diminimalkan.

Bagi pemerintah daerah, hasil Display Varietas menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan pembangunan pertanian. Varietas yang terbukti adaptif dapat direkomendasikan kepada petani dan dijadikan prioritas dalam program pengembangan penangkar benih. Dengan demikian, penyediaan benih unggul dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan daerah. Lebih dari itu, inovasi ini turut mendukung terwujudnya swasembada benih di Kabupaten Bangka Selatan. Ketika varietas unggul telah teridentifikasi dan penangkar lokal mampu memproduksinya, ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah akan semakin berkurang. Petani memperoleh akses yang lebih mudah terhadap benih bermutu, sementara pemerintah memiliki sistem pelayanan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Display Varietas Padi membuktikan bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk aplikasi digital atau teknologi yang rumit. Inovasi juga dapat lahir dari perubahan cara pemerintah mendekati masyarakat. Dengan menghadirkan teknologi pertanian secara langsung di tengah sawah, pemerintah membangun kepercayaan petani melalui pengalaman nyata, bukan sekadar teori. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pelayanan publik yang berkualitas adalah pelayanan yang mampu menyelesaikan permasalahan masyarakat melalui pendekatan yang sederhana, partisipatif, dan berbasis bukti. Ketika petani memperoleh informasi yang akurat, produktivitas meningkat, dan pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam menyusun kebijakan, maka pelayanan publik telah memberikan manfaat yang sesungguhnya.

Display Varietas Padi menjadi contoh bahwa kolaborasi antara pemerintah dan kelompok tani mampu melahirkan inovasi yang berdampak luas. Melalui pendekatan tersebut, Kabupaten Bangka Selatan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kepada petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan serta mempercepat terwujudnya daerah yang mandiri dalam penyediaan benih padi unggul.