Konten dari Pengguna

Merayakan Ekosistem: Pondasi Dibalik Suksesnya Karya Kreatif

Abang Edwin SA

Abang Edwin SAverified-green

Seorang Konsultan dan juga dosen yang memfokuskan diri pada human behavior yang ia yakini menjadi pondasi dari semua aktivitas yang terjadi. Kini ia mengajar di Universitas Podomoro, selain tetap menjalankan profesinya sebagai konsultan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Abang Edwin SA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menyelami Peran Kolaborasi dan Dukungan Tim dalam Mewujudkan Visi Kreatif yang Ikonik

Photo by Mateo Abrahan on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Photo by Mateo Abrahan on Unsplash

Ketika kita memikirkan para tokoh kreatif, kita sering kali berfokus pada individu, misalnya seniman legendaris, desainer visioner, penulis dan musisi brilian. Meskipun para kreator ini pantas mendapatkan pujian atas bakat dan visi mereka, ada anggapan yang salah bahwa karya kreatif yang sukses itu bisa muncul ke permukaan hanya dari si kreator yang bekerja seorang diri.

Sebagai seorang desainer produk dan juga dosen, saya memahami bahwa kreativitas tidak akan mencapai titik optimal jika tidak didukung oleh ekosistem yang ada di sekitarnya. Menurut pandangan saya, "Karya desain bisa sukses bukan hanya karena penciptanya, tetapi juga seluruh ekosistem kreativitas mereka”. Ini menegaskan bahwa dibalik setiap pencapaian kreatif yang dianggap sukses, ada seluruh ekosistem elemen pendukung yang memungkinkan kreativitas itu berkembang, disempurnakan, dan akhirnya diwujudkan.

Jony Ive & Tim Cook

Sebagai contoh desain ikonik produk Apple oleh Jony Ive. Meskipun namanya dikenal luas, Ive sendiri mengakui bahwa ada "ratusan pahlawan tanpa tanda jasa" yang membantu mewujudkan kreasi-kreasi tersebut, misalnya tim manufaktur, insinyur, pengembang, dan banyak peran yang saling terkait. Tanpa ekosistem itu, visi inovatifnya mungkin tidak akan terwujud dengan begitu berdampaknya.

Konsep ekosistem kreatif ini berlaku untuk setiap bidang yang pernah saya amati. Seorang penulis buku terlaris mungkin menerima banyak pujian, tetapi karyanya itu sebenarnya dimulai dari menjadi bagian sebuah komunitas sastra, bekerja dengan editor dan penerbit, mengambil inspirasi dari pengaruh budaya, dan banyak lagi. Seperti yang dikatakan novelis terkenal Henry Miller, "Saat seseorang memberikan perhatian penuh pada sesuatu, maka hal tersebut akan menjadi sesuatu yang misterius, luar biasa, dan tidak terlukiskan dalam keindahannya".

Jewel

Saya melihat seni musik sebagai contoh utama dari ekosistem kreatif yang bekerja dengan baik. Seperti yang dinyatakan secara bijak oleh penyanyi-penulis lagu, Jewel, "Ini adalah kolaborasi dari begitu banyak elemen, kepribadian, seniman, teknologi, emosi, dan pengalaman”. Seluruh musisi paling ikonik yang ada di dunia ini memiliki tim mereka sendiri, mulai dari produser, tim teknis, koreografer, sampai dengan pemasaran, yang menjadikan ekspresi seni mereka dapat ditangkap dan disampaikan.

Steve Jobs adalah contoh seseorang yang selalu menghargai keberadaan ekosistem kolektif: "Hal-hal besar dalam bisnis tidak pernah dilakukan oleh satu orang. Mereka dilakukan oleh sebuah tim”. Bahkan para jenius kreatif yang tampak bekerja sendirian itu juga bergantung pada ekosistem yang lebih luas agar ide-ide mereka yang bisa berdampak luas itu dapat diwujudkan.

Dalam pengalaman saya sebagai seorang pendidik, saya mencoba menanamkan perspektif ini pada para desainer (dan calon desainer) yang sedang mengembangkan diri mereka. Saat sedang berusaha untuk mencapai kesuksesan, jangan lupakan seluruh ekosistem yang terlibat. Merayakan keberagaman bakat diseluruh tim, menguasai proses produksi, memanfaatkan komunitas kreatif, dimana pandangan terhadap ekosistem seperti ini membuka jalan menuju kesuksesan sejati yang secara otomatis melampaui kemuliaan individu. Seperti pepatah Persia yang mengatakan: "Sendirian kita bisa melakukan sedikit, bersama kita bisa mencapai banyak hal”.

------

Penulis adalah seorang dosen di Universitas Podomoro, Jakarta