7 Rusa Tutul Asal Istana Bogor Tiba di Pulau Rusa

Tujuh ekor rusa tutul asal Istana Bogor sudah tiba dan dikirim langsung ke habitatnya di Pulau Rusa, Taman Hutan Rakyat Sultan Adam pada Rabu sore (6/3/2019). Lewat siaran pers ke banjarhits.id, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Hanif Faisol Nurofiq dan tim Dishut Kalsel mengantar langsung ketujuh ekor rusa tersebut.
Dokter hewan lebih dulu mengecek kondisi fisik dan psikis dua ekor rusa jantan dan lima ekor betina ini. Setelah pengecekan kesehatan dan pengambilan sampel feses, rusa tutul tersebut dibawa ke Pulau Rusa sebagai lokasi habituasi.
Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel telah memohon dan berkoordinasi ke Sekretariat Istana Kepresidenan Jakarta dan Istana Kepresidenan Bogor perihal bantuan rusa tutul. Rusa-rusa ini dilepasliarkan di Tahura Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Permohonan ini disambut positif pihak Istana Bogor. Kalsel pun mendapat bantuan tujuh ekor, terdiri dari 2 ekor jantan dan 5 ekor betina.
Proses translokasi rusa tutul tidak semudah yang dibayangkan. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui, misalnya harus ada persetujuan pemasokan satwa ke kalsel, Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN), dan sertifikat karantina dan yang lainnya.
Tetapi dengan semangat dan kerja keras, Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel sukses melewati tahapan ini tanpa ada kendalan sedikitpun. Translokasi Rusa Totol dari Kota Bogor Ke Banjarbaru memerlukan waktu kurang lebih 3 hari dengan menggunakan truk dan kapal laut.
Selepas proses habituasi tersebut, Hanif memberikan arahan ke pejabat Dinas Kehutanan dan Tahura Sultan Adam untuk terus memantau habitat dan kondisi fisik serta psikis rusa tutul tersebut. Menurut Hanif, rusa tutul perlu diperhatikan pakan dan nutrisi, serta di jaga kesehatannya agar bisa cepat beradaptasi dihabitat baru. (adv)
