Konten Media Partner

Alasan Ananda eks Puteri Indonesia Terjun Politik Praktis

banjarhits

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPRD Banjarmasin dan eks runner up Putri Indonesia 2006, Ananda ketika diskusi 'Perempuan ke Politik Mau Buat Apa?' di Angkringan Pandawa, Senin (11/3). Foto: Reska M/banjarhits.id
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPRD Banjarmasin dan eks runner up Putri Indonesia 2006, Ananda ketika diskusi 'Perempuan ke Politik Mau Buat Apa?' di Angkringan Pandawa, Senin (11/3). Foto: Reska M/banjarhits.id

Ananda, bekas finalis Puteri Indonesia tahun 2006 asal Kota Banjarmasin, kini menduduki Ketua DPRD Kota Banjarmasin dari Partai Golkar. Karier politiknya boleh dibilang mencorong di tengah usianya yang masih kepala tiga.

Ia tertarik terjun politik praktis lantaran ingin mengubah paradigma masyarakat terhadap peran wanita. Menurut Ananda, ada stigma miring bahwa wanita lemah dalam hal politik praktis. Langgam semacam ini yang ingin diubah Ananda.

"Karena perempuan juga manusia. Makanya manusia yang baik itu adalah manusia yang banyak manfaatnya bagi orang lain. Bagiku definisi politik ialah seni membantu orang lain melalui kekuasaan,” ucap Ananda kepada wartawan banjarhits.id, Reska Meiliyanti saat diskusi ‘Perempuan ke Politik Mau Buat Apa?’ di angkringan Pandawa, Jalan Kayutangi, Senin (11/3/2019) malam.

Diskusi yang diinisiasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini turut dihadiri Komisioner KPU Kota Banjarmasin M Syafruddin. Ananda ingin menjadi agen perubahan bahwa politik tidak hanya monopoli kaum laki-laki, namun perempuan juga dapat berkontribusi. Apalagi kini era emansipasi, dimana peran pria dan wanita punya kedudukan sama.

Ananda, Ketua DPRD Banjarmasin dan eks runner up Puteri Indonesia 2006. Foto: Dok Partai Golkar Banjarmasin

M Syafruddin mengaku KPU Banjarmasin gencar mensosialisasikan keterlibatan perempuan dalam politik seperti menggunakan hak suaranya pada pemilu 2019 ini.

Adapun ketua pelaksana diskusi, Rahmi Safitri, berharap diskusi ini membuka wawasan pentingnya keterwakilan perempuan di parlemen, menekan, golput, dan politik uang ketika Pemilu 2019.