Konten Media Partner

Bandara Baru Syamsudin Noor Mesti Serap SDM Lokal Kalsel

banjarhits

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bandara Baru Syamsudin Noor Mesti Serap SDM Lokal Kalsel
zoom-in-whitePerbesar

banjarhits.id, Banjarbaru – Proyek perluasan Bandara Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru terus dikebut penyelesaiannya. Megaproyek calon bandara internasional senilai Rp 2,3 triliun ini diyakini memacu pertumbuhan ekonomi lokal seiring banyaknya rute penerbangan dari dan ke Syamsudin Noor.

Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan, Abdul Haris, mengatakan bandara baru ini bisa menarik arus investasi ke Kalimantan Selatan. Haris berharap PT Angkasa Pura I menyerap sumber daya manusia (SDM) asli Kalimantan Selatan untuk bekerja di bandara baru ini. Itu sebabnya, pihaknya mengimbau balai latihan kerja, perguruan tinggi, sekolah-sekolah, dan instansi teknis menyiapkan SDM yang mumpuni.

“Investasi banyak masuk ke Kalsel, jangan sampai menghambat. Sektor industri, perdagangan dan jasa lebih banyak menyerap lagi tenaga kerja. Kita terus mengurangi sektor pertambangan, bukan berarti menekan produksi , tapi sudah bicara hilirisasi karena banyak menyerap tenaga kerja,” ucap Abdul Haris saat diskusi potensi Bandara Syamsudin Noor di Hotel Novotel, Sabtu (15/9/2018).

Menurut Abdul Haris, Pemprov Kalsel sudah mengucurkan dana Rp 25 miliar demi mendukung akses infrastruktur jalan di kawasan Bandara Syamsudin Noor. Ia berharap bandara bisa beroperasi penuh pada awal tahun 2019. Proyek bandara ditargetkan bisa digunakan mulai Oktober 2018.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah Kalsel, Fajar Nurul Desira, menuturkan Kalsel mesti mengambil peluang bisnis atas operasional Bandara Syamsudin Noor yang baru. Ia optimis bandara baru ini mampu menggerakkan sektor wisata, jasa, perdangangan, dan UMKM di Kalsel. Menurut dia, Kalsel minimal bisa turut menaikkan arus kunjungan wisata mancangera sebanyak 100 ribu orang pada 2020.

Fajar berasumsi setiap turis asing membelanjakan duit kisaran 1.000-1.500 Dollar AS. Dengan asumsi ini, Fajar mengklaim sektor wisata Kalsel bisa meraup Rp 2,1 triliun bila dikunjungi 100 ribu turis asing. Ia terus menggarap potensi wisata Loksado, Hutan Kahung, wisata pantai, dan lokasi lain berbasis adventure. “Kabupaten/kota di Kalsel harus ambil peran. Apalagi pemerintah menargetkan 20 juta turis asing pada 2020,” ucap dia.

Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, mengatakan pemerintahannya sudah membuka jalan interkoneksi lingkar utara untuk akses ke terminal baru Bandara Syamsudin Noor. Menurut dia, kawasan bandara seluas 5.600 hektare sudah diusulkan sebagai aerocity. Nadjmi menuturkan pelaku bisnis kerakyatan dan warga Banjarbaru mesti meraih manfaat positif atas bandara baru.

Nadjmi berkata kawasan ini dikembangkan sebagai kota berbasis bandara yang mencakup enam kelurahan. Ia mendengar pemerintah pusat segera merampungkan kajian aerocity pada Oktober 2018. “Saat ini secara simultan, setelah ada desain kawasan dan kami perdakan,” ucap Nadjmi Adhani.

Selain itu, ia mengapresiasi PLN Kalselteng yang telah menyiapkan pasokan daya dengan pembangunan Gardu Induk Guntung Manggis. Nadjmi pun mengimbau PDAM Intan Banjar menyiapkan infrastruktur pengolahan air bersih demi menopang suplai air ke bandara dan kawasan sekitarnya. Ia meyakini bandara baru bisa menciptakan pusat pertumbuhan baru di Banjarbaru. (Diananta)