Barito Kuala Perluas Optimasi Pertanian Lahan Rawa

banjarhits.ID – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, sangat serius mengoptimalkan lahan rawa pasang surut untuk pertanian padi. Kabupaten Barito Kuala memanfaatkan puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 pada 18-21 Oktober ini, sebagai momentum ikhtiar mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal.
Wakil Bupati Barito Kuala, Rahmadian Noor, menuturkan Pemkab Barito Kuala sudah siap sebagai tuan rumah puncak peringatan HPS ke-38 pada 18 Oktober nanti. Panen raya padi ketika HPS ke-38 dipusatkan di lahan pertanian Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala.
Menurut Rahmadian Noor, Kementerian Pertanian siap memberi pendampingan selama tiga tahun untuk pertanian lahan rawa di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit itu. Kementan, kata dia, menyiapkan SDM petani agar membentuk corporation farming yang mengelola lahan pertanian seluas 4.000-an hektare di desa setempat.
Selain itu, Rahmadian, menuturkan Kementan menjamin hasil pertanian asal Desa Jejangkit Muara dipastikan terserap oleh Bulog. “Tetapi dibantu, dikawal, baik dari sarana produksinya dan teknologi pertaniannya. Termasuk penyerapan hasil panennya, rencana Pak Dirjen ada MoU dengan Bulog. Untuk Jejangkit, di-MoU-kan dengan Bulog,” kata Rahmadian Noor kepada banjarhits.ID, Selasa (16/10).
Ia menuturkan Barito Kuala sudah dikenal sebagai lumbung pangan utama di Kalsel dengan kontribusi produksi pertanian 18 persen di antara 13 kabupaten/kota. Rahmadian optimis Barito Kuala tetap menjadi penyangga utama pertanian padi karena terus memperluas optimasi lahan rawa sebagai ladang pertanian padi.
“Produksi padi tertinggi di Batola. Tahun depan, kami perluas ke kecamatan lain. Bukan stop di Jejangkit saja, tapi secara berkesinambungan karena Batola lahan rawa, sama seperti Jejangkit. Dengan teknologi yang ada, memungkin petani tanam lebih dari satu kali setahun. Minimal bisa panen dua kali setahun,” kata Rahmadian Noor.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Barito Kuala, Zulkifli Yadi Noor, menuturkan sudah mengincar Kecamatan Mekarsari untuk optimasi pertanian padi lahan rawa lebak. Di Mekarsari, ia akan mengoptimalkan 3.000-an hektare rawa lebak sebagai pertanian. Menurut Zulkifli, puncak HPS ke-38 sebagai momentum optimasi lahan pertanian rawa lebak di Barito Kuala.
“Yang sebelumnya tidak terkelola dengan baik, sekarang bisa panen dua kali setahun. Tahun depan, Insyallah kami kembangkan di Mekarsari, sekitar 3.000 hektare. Pengairan rawa, pakai sistem pompa,” ucap Zulkifli.
Ia menuturkan teknologi pengairan rawa merupakan kunci utama pertanian rawa lebak. Sebab, sistem pompa bisa mengatur kebutuhan air di area pertanian rawa yang kerap digenangi air. Menurut dia, petani cenderung pasrah dengan kondisi alam di lahan rawa lebak. Namun, saat ini petani di Barito Kuala bisa mengatur kebutuhan air memakai pompa pengairan.
“Kalau airnya kurang, kami pompa dorong ke dalam. Kalau airnya kelebihan, kami keluarkan. Ini tata air di daerah rawa pakai sistem pompanisasi. Jadi petani enggak pasrah lagi,” ucap Zulkifli.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sempat menengok pusat kegiatan HPS ke-38 pada Selasa siang. Amran menilai progres pertanian rawa di Desa Jejangkit Muara sudah on the track sesuai skenario. Menurut Amran, kesuksesan Barito Kuala mengembangkan pertanian lahan rawa menjadi momentum penting mewujudkan swasembada pangan.
Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir untuk panen raya pada 18 Oktober nanti. Setelah panen raya, Presiden Jokowi akan membuka pameran pertanian di komplek perkantoran Sekretariat Daerah Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru.
Dua hari menjelang kedatangan Presiden Jokowi, panitia lokal terus mengebut kelengkapan sarana, seperti tenda utama, perbaikan infrastruktur jalan, dan aneka sarana pendukung lain. Pekerja merampungkan dekorasi dua gunungan jeruk dan nanas yang turut menghiasi tenda utama.
Rahmadian menuturkan Presiden Jokowi akan panen di lahan seluas 15 hektare ketika puncak HPS ke-38. "Panennya memang tidak bersamaan, ada yang bulan November dan Desember. Padinya kan ada yang umur satu bulan," kata Rahmadian. (Adv)
