Konten Media Partner

Bau Busuk Sampah Bikin Rugi Pedagang Kuliner di Pasar Telawang

banjarhits

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tumpukan sampah di Pasar Telawang, Kota Banjarmasin. Kondisi ini memicu sepinya jualan pedagang kuliner. Foto: M Syahbani/banjarhits.id
zoom-in-whitePerbesar
Tumpukan sampah di Pasar Telawang, Kota Banjarmasin. Kondisi ini memicu sepinya jualan pedagang kuliner. Foto: M Syahbani/banjarhits.id

Pedagang di Pasar Telawang, Kelurahan Simpang Telawang, Kecamatan Banjarmasin Tengah mengeluhkan bau busuk yang menyengat di lingkungan pasar akibat sampah. Aroma tak sedap itu salah satu biang kerok makin sepinya usaha pedagang, khususnya penjual makan yang letaknya tak jauh dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Mimin, salah satu contoh. Dia penjual makanan di Pasar Telawang alias Pasar Binjai—begitu warga lokal menyebut. Mimin mengeluh warung makan miliknya semakin sepi pengunjung.

Pelanggan enggan untuk makan di tempatnya lantaran jorok mencium bau busuk yang muncul dari bekas sampah. "Gimana jualan mau rame kalau gini. Pelanggan sekarang cenderung bungkus daripada makan ditempat. Baunya bikin orang tak betah," keluh Mimin kepada wartawan banjarhits.id, Rabu (8/1/2020).

Dia berkata, bau busuk itu muncul lantaran sampah yang dibuang ke TPS kerap meluber hingga ke halaman pasar. Ditambah lagi jika turun hujan. Aroma busuk yang keluar dari air lindi bahkan tahan sampai seharian.

"Pasar ini memang sudah sepi. Ditambah lagi dengan adanya bau sampah ini. Bau ini yang jadi masalah nomor satu," keluhnya lagi.

Dahulu dia bisa menghabiskan delapan liter beras untuk dijadikan barang dagangan, yang dijual dari pukul 08.00 sampai siang. Sedang sekarang, kata dia, paling banyak makan yang bisa dijual hanya sekitar dua liter saja.

"Lima belas tahun jualan di sini sekitar sepuluh tahun lalu masih rame. Bisa habiskan delapan liter. Kalau sekarang paling dua liter, itupun kadang ada sisa," jelasnya.

Mimin meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin memberi solusi atas hal ini. Agar para pedagang maupun pengunjung pasar bisa merasa nyaman.

"Harapan ya dibenahi, kalau bisa sampah jangan di sini lagi, jangan di pasar, dimana kek, kan pasar ini buat jualan, macam-macam, termasuk makanan," tukasnya.

Ketua RT 7, Kelurahan Simpang Telawang, Kamaliah Areda, menguatkan keluhan pedagang terkait bau busuk tersebut. Kata dia, ini masalah sudah lama yang sering disampaikan ke pemerintah kota.

“Tapi sampai saat ini tak ada tindak lanjutnya," kata Kamaliah.

Bahkan, Kamaliah mengaku pernah mengikuti pertemuan dengan pemangku kepentingan di Pemkot Banjarmasin untuk mengatasi masalah ini. Namun, tak membuahkan hasil.

Adapun Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Marjuki, tak menampik adanya permasalahan bekas sampah yang kerap menimbulkan bau busuk tersebut.

Menurutnya, luberan sampah hingga ke halaman pasar lantaran tak tertibnya para pembuang sampah. Kondisi ini diperparah adanya para pemulung yang membuat sampah menjadi berhamburan.

“Kalau tumpukan sampah di TPS meluber kami berharap para pembuang bisa diatur. Mereka membuang jangan sampai melebihi kotak TPS. Juga jamnya harusnya tahu. Jangan sampai lebih atau sebelum jadwal," katanya.

Selain itu, ujar Marjuki, solusinya penempatan penjaga di sekitar TPS. Namun yang menjadi masalah terkait sumber daya manusia (SDM), serta kompleksnya permasalahan terkait sampah ini.

Ia mengimbau kesadaran masyarakat agar tertib buang sampah. Sebab, pihaknya sudah berupaya mengatasi permasalah sampah. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarmasin untuk menindak para pelanggar aturan, seperti membuang sampah di luar jadwal yang sudah ditentukan ataupun pelanggaran lainnya.

Sesuai aturan, jadwal pembuangan sampah pada pukul 20.00 - 06.00. Faktanya, dari hasil pantauan banjarhits.id, pukul 15.30 masyarakat sudah ada yang membuang sampah di sana. Parahnya lagi, sampah tak dibuang ke dalam kotak TPS, tapi sengaja ditumpuk di halaman pasar. Para pemulung sedang sibuk memilah-milah sampah.