Konten Media Partner

Cerita Erwin, Kreator 34 Jukung Hias Harganas ke-26

banjarhits

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perahu klotok berhiaskan aneka miniatur ikon budaya dari 34 provinsi se-Indonesia. Puluhan klotok ini akan memeriahkan Harganas ke-26 pada Rabu malam, 3 Juli 2019 di Banjarmasin. Foto: Zahidi/banjarhits.id
zoom-in-whitePerbesar
Perahu klotok berhiaskan aneka miniatur ikon budaya dari 34 provinsi se-Indonesia. Puluhan klotok ini akan memeriahkan Harganas ke-26 pada Rabu malam, 3 Juli 2019 di Banjarmasin. Foto: Zahidi/banjarhits.id

Puluhan perahu klotok berkalang hias tanglong berjajar di Dermaga Siring Sungai Martapura, Jalan Piere Tendean, Kota Banjarmasin. Puluhan perahu klotok ini dihiasi aneka miniatur ikon setiap provinsi se-Indonesia.

Klotok-klotok itu dipasang aneka maskot binatang, tarian khas daerah, dan rumah adat dari 34 provinsi di Indonesia. Jukung hias ini disiapkan mengelilingi Sungai Martapura yang membelah jantung Kota Banjarmasin ketika rangkaian Harganas ke-26 pada 3 Juli 2019.

Seluruh jukung hias alias tanglong ini hasil karya dari kreator handal asal Kota Banjarmasin, Erwin. Di tangan Erwin, bahan baku yang serupa kayu, kawat, plastik pipisi dan benang serta lem mampu diolah jadi tanglong dengan corak budaya dari 34 provinsi se-Indonesia.

"Bahan baku kami membuat tanglong ini berupa kayu, kawat, platik dan benang. Juga ada lem, semuanya kami buat jadi tanglong. Bentuknya pun kami desain sebelumnya, dan dikirim ke BKKBN 34 provinsi untuk konfirmasi. Lalu ketika disetujui, baru kami buat tanglongnya," ujar Erwin kepada wartawan banjarhits.id, Senin 1 Juli 2019.

Menurut Erwin, desain yang diusulkan tidak seluruhnya diterima. Ada beberapa desain yang mensti diubah, seperti P Provinsi Jawa Timur yang semula diusulkan tanglong Ikan Suro dan Buaya. Namun, BKKBN Jatim minta dibuatkan tanglong corak miniatur Reog.

Miniatur Burung Enggang khas Kalimantan Tengah di sebuah perahu klotok ketika Harganas ke-26 di Banjarmasin. Foto: Zahidi/banjarhits.id

Setelah semuanya disepakati, Erwin baru menggarap hiasan jukung dalam tempo 15 hari kerja. Erwin menghabiskan biaya Rp 5 juta hingga Rp 7 juta per unit tanglong, tergantung tingkat kesulitan desain dan teknis pembuatan tanglong. "Semuanya berbeda beda," ucapnya.

Erwin butuh tenaga bantuan 15 orang untuk menghiasi tanglong. Sebab, kata dia, membuat hiasan untuk satu tanglong dengan tenaga satu orang butuh waktu dua hari kerja. Ia mengajak 15 orang pekerja agar hiasan tanglong selesai tepat waktu, sebelum tanggal 3 Juli 2019.

"Memasang di klotok pun butuh waktu tiga hari kalau jumlahnya 34 tanglong," kata Erwin.

Tanglong yang digarapnya selalu mendapat hasil memuaskan. Menurut dia, dalam beberapa even seperti hari jadi Kota Banjarmasin tahun 2018 lalu berhasil menorehkan juara 1 dan mendapat hadiah Rp20 Juta.

"Hadiahnya bisa dinikmati bersama. Apalagi sebenarnya di Banjarmasin ini banyak pengrajin tanglong, namun sulit bertahan karena harus memiliki modal yang banyak untuk membuat tanglong," tutupnya.

Miniatur Tugu Jogja khas Provinsi Yogyakarta pada perahu klotok ketika Harganas ke-26 di Banjarmasin. Foto: Zahidi/banjarhits.id