Konten Media Partner

Demi Guru Sekumpul, Effendi Jalan Kaki 220 Km Palangkaraya-Martapura

banjarhits

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Riduan Effendi ditemui di Musala Al Musyaroffah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu (6/3). Ia jalan kaki 220 kilometer Palangkaraya-Martapura demi Haul Guru Sekumpul. Foto: Donny Muslim/banjarhits.id
zoom-in-whitePerbesar
Riduan Effendi ditemui di Musala Al Musyaroffah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu (6/3). Ia jalan kaki 220 kilometer Palangkaraya-Martapura demi Haul Guru Sekumpul. Foto: Donny Muslim/banjarhits.id

Demi menuntaskan nazar menghadiri Haul KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul ke-14 sosok Riduan Effendi berangkat berjalan kaki dari Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah ke Kota Martapura, Kalimantan Selatan. Ia menempuh jarak 220 kilometer.

Perjalanan panjang menuju Sekumpul dimulainya sejak Jum'at (1/3/2019). Perbekalannya sederhana saja. Ia ditemani sebuah tongkat, tiga lembar pakaian, sarung, sepatu sport dan celana jeans sobek-sobek. Logistik seperti makanan dan minuman disimpannya dalam tas ransel.

Wartawan banjarhits.id, Donny Muslim menemui Effendi saat rehat di Musala Al Musyaroffah, Desa Pemakuan Laut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar pada Rabu (6/3/2019) siang. Saat ditemui, ia baru saja menunaikan salat Dzuhur sambil meluruskan kaki yang bengkak dan kram akibat perjalanan panjang.

Nyaris tak tampak raut kelelahan dari wajahnya. "Beginilah. Dari masjid ke masjid beristirahat. Ini sudah hari yang keenam. Momen paling berat karena cobaannya macam-macam. Tapi niat saya ingin tetap datang ke sana. Tinggal 25 kilometer lagi," kata Effendi.

Ia terdorong jalan kaki menuju haul karena ingin menuntaskan niat dan rasa penasarannya terhadap kemahsyuran Guru Sekumpul.

"Baru pertama kali ini datang. Saat melihat ada undangan haul di medsos, entah kenapa hati saya langsung tergerak jalan kaki. Jadi bukan karena ingin apa atau ingin ini," cerita pria 34 tahun yang sehari-hari mengelola bengkel motor ini.

Riduan Effendi jalan kaki 220 kilometer dari Palangkaraya ke Martapura demi Haul Guru Sekumpul ke-14. Foto: Donny Muslim/banjarhits.id

Aksi Effendi menuai aneka respons luar biasa dari masyarakat. Sosok Effendi malah ditafsir berbeda-beda. Ia bercerita dirinya sempat dianggap merupakan sosok Wali Allah dan keturunan nabi ketika berjalan kaki.

Dalam wawancara dengan banjarhits.id, dia mencoba meluruskan bahwa ia bukanlah sosok yang seperti dielu-elukan.

"Bahkan, dimintai membacakan banyu (air) buat menyembuhkan penyakit. Hanya karena saya jenggotan bukan berarti saya bisa seperti itu," ujarnya terkekeh.

Aksi Riduan Effendi lekas viral di medsos. Effendi mengimbau masyarakat tidak bersikap berlebihan terhadap dirinya. Dia mengaku tak ingin terlampau jauh merepotkan masyarakat.

Selepas Ashar tadi, Effendi melanjutkan perjalanannya dari Musala Al Musyaroffah menuju Sekumpul, Kota Martapura. Rencananya ia akan sampai pada Kamis (7/3/2019). Ihwal kepulangan menuju Kota Palangkaraya, ia belum bisa memutuskan karena masih berkonsultasikan dengan keluarga.